Berita Viral
Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembunuhan Kepala Bank BUMN, Eksekutor Masih Buron
Empat orang pelaku pembunuhan terhadap MIP, Kepala Cabang Bank BUMN Cempaka Putih, Jakarta Pusat, berhasil diamankan oleh tim gabungan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/PEMBUNUHAN-KEPALA-BANK-BUMN.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta – Empat orang pelaku pembunuhan terhadap MIP, Kepala Cabang Bank BUMN Cempaka Putih, Jakarta Pusat, berhasil diamankan oleh tim gabungan Resmob Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur.
Keempat pelaku, yang diidentifikasi dengan inisial AT, RS, RAH, dan RW, ditangkap di lokasi terpisah.
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, menyatakan bahwa AT, RS, dan RAH ditangkap di sebuah rumah di Johar Baru III, Jakarta Pusat.
Sementara itu, pelaku RW ditangkap di Bandara Nusa Tenggara Timur (NTT) saat hendak melarikan diri.
Kronologi penculikan dan pembunuhan
Peristiwa bermula saat korban, MIP, diculik di area parkiran Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8/2025).
Berdasarkan rekaman CCTV, korban yang mengenakan kemeja cokelat terlihat diculik secara paksa oleh beberapa orang tak dikenal dan dimasukkan ke dalam mobil mereka.
Jenazah korban kemudian ditemukan tak bernyawa di sebuah kebun kosong di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8/2025).
Penemuan ini membuat warga sekitar gempar, dan laporan segera diteruskan ke pihak kepolisian.
Saat ini, polisi masih memburu satu pelaku lain yang diduga berperan sebagai eksekutor pembunuhan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, menegaskan bahwa timnya sedang fokus mengejar pelaku yang buron tersebut.
"Eksekutornya lagi dikejar, dia lagi lari," ujar Dicky seperti dikutip TribunGorontalo.com dari Tribunnews.com, Jumat (22/8/2025).
Untuk penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sementara itu, pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, juga membenarkan bahwa rekaman CCTV yang beredar adalah momen penculikan korban.
Motif pembunuhan masih misteri
Hingga kini, motif di balik aksi keji tersebut belum terungkap.
Adik ipar korban, Intania Rizky Utami, menyampaikan bahwa almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak memiliki musuh.
“Enggak ada (musuh), banyak yang bilang beliau itu orang baik, sangat baik. Kami tidak pernah mendengar beliau punya masalah dengan siapa pun,” ujar Intan saat ditemui di RS Polri, Jakarta Timur, Kamis (21/8/2025).
Ia juga menambahkan bahwa selama ini korban tidak pernah menunjukkan tanda-tanda memiliki persoalan dengan nasabah maupun klien yang ditanganinya.
Hal tersebut turut diperkuat oleh kesaksian rekan-rekan kerja korban yang mengenalnya sebagai sosok ramah dan profesional.
Sosok korban
Wigo, salah satu rekan kerja korban, mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang baik, supel, dan mudah bergaul.
Dengan pembayaan seperti itu, Wigo menilai harusnya MIP tidak memiliki musuh baik di pekerjaan maupun diluar pekerjaan.
“Orangnya baik, orangnya supel, orangnya komunikatif, suka bercanda. Basic-nya baik lah. Nggak punya musuh kayaknya orangnya,” ungkap Wigo kepada saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (21/8/2025).
Menurut Wigo, ia pernah bekerja bersama MIP di kantor pusat pada tahun 2016 hingga 2017. Saat itu, keduanya ditempatkan di bagian yang sama di kantor pusat kawasan Sudirman, Jakarta.
"Sebetulnya saya sempat barengnya kan udah agak lama ya, di tahun 2016-2017. Jadi ya nggak terlalu paham kesehariannya yang sekarang kan. Sdah beda kantor juga," tuturnya.
Kini, korban diketahui menjabat sebagai kepala cabang di Cempaka Putih. Menurut Wigo, rotasi dan mutasi jabatan yang dijalani almarhum merupakan hal lumrah di internal perusahaan.
"Karena memang di perusahaan kami kan seperti itu kan. Rotasi-mutasi itu jadi ya wajar di perusahaannya,” katanya.
Meski sudah tidak lagi satu kantor, Wigo mengaku masih berkomunikasi dengan MIP melalui media sosial.
"Terakhir ya masih suka DM-DM, lewat Instagram, masih sering main ke kantor pusat ya kan. Ya ketemu gitu kan, ngobrol juga," ucap Wigo.
"Terakhir bertemu mungkin adalah sebulan yang lalu lah. Terus saya juga sempat ketemu di masjid dua minggu lalu, cuma nggak sempat saling menyapa karena saya buru-buru kan. Jadi nggak sempat ngobrol,” kenangnya.
Ia pun mengaku terkejut saat mendengar kabar duka yang menimpa rekannya tersebut.
Dia pun tak tahu menahu soal kabar burung yang menyebut korban memiliki urusan dengan nasabah.
“Jujur ya, nggak pernah tau ya. Saya juga kaget makanya,” kata Wigo.
Lebih lanjut, ia berharap polisi segera menuntaskan kasus ini dengan menangkap seluruh pelaku yang terlibat.
“Orangnya baik, orangnya supel, orangnya komunikatif, suka bercanda. Basic-nya baik lah. Nggak punya musuh kayaknya orangnya,” ungkap Wigo kepada saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (21/8/2025).
Menurut Wigo, ia pernah bekerja bersama MIP di kantor pusat pada tahun 2016 hingga 2017. Saat itu, keduanya ditempatkan di bagian yang sama di kantor pusat kawasan Sudirman, Jakarta.
"Sebetulnya saya sempat barengnya kan udah agak lama ya, di tahun 2016-2017. Jadi ya nggak terlalu paham kesehariannya yang sekarang kan. Sdah beda kantor juga," tuturnya.
Kini, korban diketahui menjabat sebagai kepala cabang di Cempaka Putih. Menurut Wigo, rotasi dan mutasi jabatan yang dijalani almarhum merupakan hal lumrah di internal perusahaan.
"Karena memang di perusahaan kami kan seperti itu kan. Rotasi-mutasi itu jadi ya wajar di perusahaannya,” katanya.
Meski sudah tidak lagi satu kantor, Wigo mengaku masih berkomunikasi dengan MIP melalui media sosial.
"Terakhir ya masih suka DM-DM, lewat Instagram, masih sering main ke kantor pusat ya kan. Ya ketemu gitu kan, ngobrol juga," ucap Wigo.
"Terakhir bertemu mungkin adalah sebulan yang lalu lah. Terus saya juga sempat ketemu di masjid dua minggu lalu, cuma nggak sempat saling menyapa karena saya buru-buru kan. Jadi nggak sempat ngobrol,” kenangnya.
Ia pun mengaku terkejut saat mendengar kabar duka yang menimpa rekannya tersebut.
Dia pun tak tahu menahu soal kabar burung yang menyebut korban memiliki urusan dengan nasabah.
“Jujur ya, nggak pernah tau ya. Saya juga kaget makanya,” kata Wigo.
Lebih lanjut, ia berharap polisi segera menuntaskan kasus ini dengan menangkap seluruh pelaku yang terlibat.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rekan Kerja Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Kepala Cabang Bank BUMN Korban Penculikan & Pembunuhan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.