Siswa Gorontalo Berkelahi
Viral! 2 Siswi SD di Gorontalo Baku Hantam Gara-gara Konten TikTok
Dalam video berdurasi 23 detik itu, terlihat dua anak berseragam sekolah saling baku hantam di lantai atas Pasar Modern Limboto
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dua-siswi-sekolah-dasar-berkelahi-di-lantai-atas-Pasar-Modern-Limboto.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Sebuah video perkelahian dua siswi SD di Kabupaten Gorontalo viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 23 detik itu, terlihat dua anak berseragam sekolah saling baku hantam di lantai atas Pasar Modern Limboto (Pasmolim), pada Selasa (19/8/2025) pukul 13.00 Wita.
Kedua siswi tersebut masih mengenakan seragam sekolah. Satu siswi memakai seragam merah-putih, sementara yang lain mengenakan baju batik dengan rok putih.
Mereka terlihat saling jambak rambut dan memukul, sebelum akhirnya dilerai oleh teman-teman mereka yang sempat merekam kejadian tersebut.
Berdasarkan penelusuran TribunGorontalo.com di lapangan pada Kamis (21/8/2025), kedua siswi tersebut masih duduk di bangku kelas enam SD.
Baca juga: Viral Struk Royalti Musik di Restoran, Cek Fakta dan Pandangan Pengamat
Dugaan Motif Perkelahian
Kepala sekolah berinisial NK menjelaskan, perkelahian itu dipicu oleh ketersinggungan akibat unggahan video TikTok di grup WhatsApp.
"Jadi awalnya anak-anak ini membuat video TikTok, lalu salah satu temannya mengunggah di grup. Siswi yang ada di dalam video keberatan dan mereka janjian bertemu di Pasmolim untuk menyelesaikan masalah tersebut," kata NK saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Kamis (21/8/2025).
Ia menegaskan bahwa perkelahian terjadi saat jam pulang sekolah, sehingga pihak guru tidak mengetahui kejadian tersebut.
Setelah mendapat informasi tentang kejadian itu, pihak sekolah langsung menghubungi orang tua kedua siswi.
"Pada hari Rabu, saya langsung mengundang kedua belah pihak dan memediasi. Alhamdulillah, sudah damai," jelas NK.
Dirinya menambahkan bahwa kedua siswi kini telah kembali berteman dan tidak ada dendam di antara mereka maupun orang tua.
"Anak-anak sudah bermain seperti biasa, tidak ada dendam di antara mereka dan orang tua," tegasnya.
Sebagai upaya pencegahan, pihak sekolah berencana untuk memperketat pengawasan, termasuk membatasi penggunaan ponsel bagi siswa.
"Kami berupaya agar kejadian ini tidak terulang kembali. Ke depannya, pihak sekolah akan melarang anak-anak membawa HP," pungkasnya.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)