Berita Nasional
Jurnalis Tribun Banten Dikeroyok Saat Liput Penyegelan Pabrik Pertambangan
Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Muhammad Rifky Juliana, reporter Tribun Banten, menjadi korban pengeroyokan saat meliput
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-jurnalis-dari-Tribun-Banten-Muhammad-Rifky.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Muhammad Rifky Juliana, reporter Tribun Banten, menjadi korban pengeroyokan saat meliput penyegelan pabrik PT Genesis Regeneration Smelting di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.
Insiden terjadi pada Kamis siang dan menyebabkan Rifky harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Banten untuk menjalani perawatan.
Menurut kesaksian Rifky, pengeroyokan terjadi secara tiba-tiba saat ia sedang mengambil gambar di lokasi.
Sejumlah orang berseragam merah, yang diduga merupakan karyawan pabrik, langsung memukulnya.
Baca juga: Viral! 2 Siswi SD di Gorontalo Baku Hantam Gara-gara Konten TikTok
Rifky sempat mencoba melarikan diri namun terjatuh ke selokan dan tetap dikejar hingga akhirnya diselamatkan oleh warga sekitar.
“Saya dikeroyok, sudah sempat kabur, tapi jatuh ke selokan, terus masih dikejar dan dipukul,” ujar Rifky, dikutip dari Tribun Banten.
Akibat serangan tersebut, Rifky mengalami cedera di bagian pundak dan telinga.
Ia telah menjalani visum dan menyerahkan hasilnya ke Polsek Jawilan sebagai bukti laporan.
Insiden ini tidak hanya menimpa Rifky. Sejumlah jurnalis lain dari media nasional juga menjadi korban kekerasan.
Menurut Iqbal, salah satu jurnalis yang turut meliput, serangan terjadi saat mereka hendak meninggalkan lokasi usai wawancara dengan pihak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Ia menyebut pelaku terdiri dari satpam pabrik dan anggota ormas.
“Tiba-tiba kita diserang, pas kita mau balik anak-anak pada dihajar,” ungkap Iqbal.
Wartawan televisi nasional, Hendi, menambahkan bahwa ketegangan sudah muncul sejak awal peliputan.
Ia menyebut ada pelarangan pengambilan gambar oleh oknum yang diduga anggota Brimob.
“Awalnya kita datang ke situ, dihalangi oknum diduga Brimob. Kita sempat bersitegang,” katanya.
Tak hanya jurnalis, tim humas dari KLH dan BPLH juga menjadi korban kekerasan.
Salah satu pegawai magang KLH berinisial NL menyebut bahwa mereka sempat diintimidasi dan dilarang merekam kegiatan penyegelan.
Bahkan, rekaman video insiden yang sempat dibuatnya diminta untuk dihapus oleh pelaku.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta Biro Banten dan LBH Pers mengecam keras tindakan pengeroyokan terhadap 8 (delapan) orang jurnalis yang terjadi di kawasan PT Genesis Regeneration Smelting, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.
Pengeroyokan tersebut terjadi pada Kamis 21 Agustus 2025. Berdasarkan keterangan dari Korban, kekerasan tersebut diduga kuat dilakukan oleh gabungan oknum aparat Brimob, pihak keamanan perusahaan, ormas, dan karyawan perusahaan.
Dalam insiden tersebut, para jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan diserang secara brutal setelah mengikuti inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap PT Genesis Regeneration Smelting yang diduga kuat melanggar aturan pengelolaan limbah B3.
Baca juga: Kronologi dan Fakta Wartawan Tribun Banten Dikeroyok saat Liputan Penyegelan Pabrik di Serang
Rasyid Sidik, jurnalis Bantennews yang menjadi korban, menuturkan bahwa para wartawan awalnya hanya menunggu di depan gerbang perusahaan karena sempat ditolak masuk kemudian diizinkan masuk dengan dikawal oleh pihak keamanan perusahaan.
“Begitu Deputi Kementerian memerintahkan agar media diizinkan meliput, kami bisa masuk. Namun setelah sidak selesai dan pejabat KLHK meninggalkan lokasi, kami langsung dikeroyok membabi buta. Ada seorang berpakaian Brimob, gerombolan orang yang diduga kuat bagian dari ormas, hingga pihak keamanan perusahaan yang saya saksikan memukul, menghalangi hingga mengeluarkan golok dan mengancam dengan senjata tajam pada saat rekan-rekan jurnalis berusaha kabur dari serangan,” ujar Rasyid.
Akibat peristiwa itu, beberapa jurnalis mengalami luka serius dan dibawa ke rumah sakit. Sementara jurnalis lainnya terpaksa berlari menyelamatkan diri sejauh beberapa kilometer.
Selain jurnalis, Deputi Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK juga turut menjadi korban penganiayaan. Dalam pernyatannya, AJI mendesak polisi menangkap dan memproses pelaku.
"AJI Jakarta Biro Banten dan LBH Pers mendesak Polda Banten dan Polri segera menangkap dan memproses hukum seluruh pelaku pengeroyokan, baik dari unsur aparat, pihak keamanan perusahaan, maupun ormas. Jangan ada impunitas bagi oknum kepolisian yang terlibat," kata Koordinator AJI Jakarta Biro Banten Muhamas Iqbal.
Kedua, AJI dan LBH Pers mengingatkan semua pihak, termasuk aparat kepolisian dan perusahaan, bahwa kerja-kerja jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis adalah pelanggaran hukum dan demokrasi.
Ketiga, mengajak solidaritas publik dan organisasi masyarakat sipil bersama-sama mengawal kasus ini agar tidak berhenti di tengah jalan.
Baca juga: 3 Kasus Pembunuhan Wartawan: Rico-Keluarga Dibakar, Juwita Dicekik Pacar, Adit Dibunuh Tukang Kebun
Kekerasan terhadap jurnalis, khususnya yang berkaitan dengan isu lingkungan merupakan ancaman yang serius terhadap upaya penegakkan hukum dan demokrasi. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tapi juga serangan terhadap hak publik untuk mendapatkan informasi.
Negara tidak boleh membiarkan peristiwa seperti ini berulang.
"AJI Jakarta Biro Banten dan LBH Pers menegaskan bahwa praktik impunitas hanya akan memperburuk iklim kebebasan pers di Indonesia. Oleh karena itu, kepolisian harus segera bertindak cepat, transparan, dan adil dalam penanganan kasus ini," kata Mustafa.
(*)
| Pengumuman THR dan BHR Ojol 2026 Ditunda, Pemerintah Jadwalkan Ulang Besok |
|
|---|
| Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bertepatan 13 Ramadan, Ini Jadwal Lengkapnya |
|
|---|
| Masuk UIN Tanpa Tes? SPAN-PTKIN 2026 Resmi Diperpanjang, Ini Cara Daftarnya |
|
|---|
| Profil dan Jejak Karier Try Sutrisno, Wapres RI yang Kini Berpulang |
|
|---|
| Petasan Meledak Jelang Magrib: Rumah Rusak 90 Persen, 1 Orang Tewas dan 2 Alami Luka-Luka |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.