Pembunuhan di Tilango Gorontalo

Pembunuhan di Tilango Gorontalo, Warga Bongkar Asal Usul Terduga Pelaku

Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di perbatasan Desa Lauwonu dan Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo

|
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Kolase TribunGorontalo.com/tangkapan layar FB
KASUS PEMBUNUHAN -- Kolase foto pria tewas dan TKP pembunuhan di Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Warga setempat mengungkap asal usul terduga pelaku. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Tilango – Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di perbatasan Desa Lauwonu dan Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Rabu (13/8/2025) malam.

Berdasarkan penuturan warga, Anton, pelaku diduga berasal dari Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.

"Pelaku ini orang Tabumela, dia menikah di Tabumela," kata Anton kepada TribunGorontalo.com pada Kamis (14/8/2025).

Pembunuhan ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 22.00 Wita.

Anton mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah lokasi di depan rumahnya mendadak ramai.

"Saya baru tahu lokasi pembunuhan itu tepat di depan rumah saya saat kondisinya sudah ramai oleh warga," ungkap Anton kepada TribunGorontalo.com 

Menurut Anton, ini adalah kasus pembunuhan pertama di wilayah tersebut. Lokasi pembunuhan disebut sepi, minim penerangan, dan tidak terdapat kamera pengawas (CCTV).

Polisi olah TKP

Saat ditemukan, korban yang belum diketahui identitasnya ini tergeletak di jalan dengan luka tusuk dan bersimbah darah. Jarak antara jasad korban dan motornya sekitar 3-4 meter. 

Polisi telah melakukan olah TKP hingga dini hari dan memberikan tanda piloks oranye di lokasi penemuan.

Anton mengaku tidak bisa langsung mendekati lokasi karena sudah dipadati warga. 

Namun, setelah larut malam, Anton bisa melihat langsung TKP dan menyaksikan proses olah TKP yang dilakukan polisi.

"Tadi malam, polisi melakukan olah TKP di sini sampai jam 3 pagi," tambahnya.

Kapolsek Telaga, Iptu Fredy Yasin, membenarkan bahwa kasus tersebut kini ditangani oleh Polres Gorontalo.

"Kasus ini ditangani Polres, silakan hubungi humasnya," kata Fredy singkat.

Pantauan TribunGorontalo.com, titik penemuan korban sudah diberi tanda piloks oranye oleh polisi. 

Jarak antara jasad korban dan motornya sekitar 3–4 meter. Selain itu, bekas darah yang menggumpal masih terlihat jelas di jalan.

Pelaku serahkan diri

Pelaku pembunuhan di perbatasan Desa Lauwonu dan Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, akhirnya terungkap. 

Adalah BE (21), warga Desa Lawonu, Kecamatan Tilango, menghabisi nyawa R (22).

Setelah melakukan penikaman, BE langsung mendatangi kantor polisi untuk menyerahkan diri.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (13/8/2025) sekitar pukul 22.00 Wita.

Warga dikejutkan penemuan seorang pria tergeletak tak bernyawa di jalanan yang gelap. 

Korban R ditemukan dengan sejumlah luka tusuk di dada dan punggung. Ia terkapar di jalan dengan kondisi bersimbah darah.

Cemburu jadi motif pelaku pembunuhan

Informasi yang dihimpun dari Polres Gorontalo, insiden ini dipicu oleh kecemburuan. 

BE mendapati pesan singkat mencurigakan di ponsel istrinya, CN. 

Percakapan antara CN dan korban, R, berisi ajakan untuk bertemu.

Merasa cemburu, BE lantas mengambil sebilah pisau badik dari rumahnya. 

Ia menggunakan ponsel istrinya untuk memancing korban datang ke lokasi kejadian. 

Saat R tiba dengan sepeda motornya, BE langsung menyerang dan menghujamkan pisau ke tubuh korban sebanyak lima kali.

Baca juga: Pria Tewas di Gorontalo, Warga Ungkap Lokasi Pembunuhan Minim Penerangan dan Tak Ada CCTV

Awal penemuan korban

Warga Gorontalo digemparkan oleh penemuan mayat seorang pria tak beridentitas yang tewas bersimbah darah.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (13/8/2025) malam di perbatasan Desa Lauwonu dan Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. TKP tepat di depan rumah warga bernama Anton.

Kabar penemuan ini menyebar cepat di media sosial, dengan banyak foto korban beredar di Facebook.

Saat tim TribunGorontalo.com mengunjungi lokasi kejadian pada Kamis (14/8/2025) pagi, polisi telah memasang tanda pada titik penemuan mayat.

Posisi sepeda motor korban juga ditandai, hanya berjarak sekitar 3-4 meter dari jasadnya. Bekas darah yang menggumpal masih terlihat jelas di beberapa titik.

Menurut Anton, area di sekitar rumahnya memang sepi pada malam hari, bahkan setelah salat Maghrib.

Minimnya penerangan jalan dan ketiadaan kamera pengawas atau CCTV membuat lokasi tersebut rawan tindak kejahatan.

Anton mengaku tidak berada di rumah saat kejadian. Ia baru mengetahui adanya pembunuhan di depan rumahnya setelah kembali dan melihat suasana yang sudah ramai.

"Saya tahu jika tepat persis di depan rumah saya adalah lokasi pembunuhan baru saat kondisi sudah ramai," jelas Anton.

 


(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved