Sabtu, 7 Maret 2026

Pembunuhan di Tilango Gorontalo

Fakta-Fakta Peristiwa Pembunuhan di Tilango Gorontalo: Kronologi hingga Pelaku Serahkan Diri

Inilah fakta-fakta pembunuhan yang terjadi di Kecamatan tilango, Kabupaten Gorontalo yang berawal dari rasa cemburu.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Fakta-Fakta Peristiwa Pembunuhan di Tilango Gorontalo: Kronologi hingga Pelaku Serahkan Diri
Kolase TribunGorontalo.com/tangkapan layar FB
KASUS PEMBUNUHAN -- Kolase foto pria tewas dan TKP pembunuhan di Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Inilah fakta-fakta peristiwa pembunuhan di Kecamatan Tilango Gorontalo yang sempat menggegerkan warga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Berikut fakta-fakta mengenai pembunuhan yang terjadi pada Rabu (13/8/2025) malam di Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Awalnya warga mendapati seorang pria tergeletak di jalan dengan bersimbah darah.

Dengan menggunakan helm, kaus dan celana jeans, pria itu tergeletak kaku serta darah segar yang mengucur dari arah tubuh bagian belakang.

Selain itu, mata dan mulutnya juga terbuka.

Meski kondisi gelap banyak dari mereka yang mengabadikan peristiwa tersebut dan membagikannya ke media sosial.

Identitas Korban dan Pelaku Pembunuhan di Kecamatan Tilango Gorontalo

Polisi mengungkap identitas korban melalui laporan kepolisian.

Baca juga: Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Larang Waria Tampil di Perayaan HUT ke-80 RI

Mereka adalah Rivaldi Lanti (22) pelajar asal Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo yang merupakan seorang korban pembunuhan yang dilakukan oleh Bayu P. Efendi (21) seorang pedagang asal Desa Lauwonu, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.

Korban kini telah dimakamkan sekitar pukul 09.00 Wita.

Kronologi Pembunuhan Pria di Tilango Gorontalo

Polres Gorontalo mengungkapkan insiden ini bermula dari cekcok rumah tangga.

Baca juga: Kronologi Lengkap Keluarga Pasien Paksa Buka Masker Dokter RSUD Sekayu Sumsel

Pelaku, BE (21), warga Desa Lauwonu, tengah berselisih dengan istrinya, CN Saat memeriksa ponsel sang istri, BE menemukan percakapan antara CN dan korban, yang berisi ajakan untuk bertemu.

Merasa cemburu, BE kemudian mengambil pisau badik dari rumahnya. 

Ia lantas menggunakan ponsel sang istri untuk memancing korban datang ke Desa Lauwonu. 

Begitu R tiba dengan sepeda motor, BE langsung menghujamkan pisau ke tubuh korban sebanyak lima kali.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved