Berita Internasional

Presiden Ukraina Zelensky Tegaskan Damai Tanpa Kyiv Hanya “Solusi Mati”

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (9/8/2025) mengingatkan bahwa setiap kesepakatan damai yang tidak melibatkan Kyiv

Editor: Wawan Akuba
Hu Yousong
KEPALA NEGARA: Foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 28 Februari 2025. 

TRIBUNGORONTALO.COM.COM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (9/8/2025) mengingatkan bahwa setiap kesepakatan damai yang tidak melibatkan Kyiv sebagai pihak utama hanya akan menghasilkan “solusi mati” dan tidak akan membawa perdamaian sejati.

“Ukraina tidak akan menyerahkan tanahnya kepada penjajah,” tegas Zelensky lewat unggahan di media sosialnya.

Pernyataan ini disampaikan menjelang pertemuan penting antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dijadwalkan berlangsung pekan depan di Alaska untuk membahas perang di Ukraina.

“Setiap keputusan yang dibuat tanpa melibatkan kami, tanpa Ukraina, sejatinya adalah keputusan yang menentang perdamaian. Itu tidak akan menghasilkan apa-apa,” lanjut Zelensky.

Ia menegaskan bahwa Ukraina siap untuk mengambil “keputusan nyata yang dapat membawa perdamaian,” namun menekankan perdamaian tersebut haruslah “bermartabat,” tanpa merinci lebih lanjut.

Pertemuan Trump dan Putin yang dijadwalkan pada Jumat mendatang di Alaska dipandang sebagai terobosan penting setelah berbulan-bulan kebuntuan dalam upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung.

Trump memastikan akan bertemu Putin untuk membicarakan upaya mengakhiri perang.

Menurut Yuri Ushakov, penasihat urusan luar negeri Putin yang dikutip oleh kantor berita Rusia RIA Novosti, “Sangat logis bagi delegasi kami untuk menyeberangi Selat Bering, dan pertemuan puncak yang sangat dinantikan ini akan diadakan di Alaska.”

Sebelum mengumumkan tanggal dan tempat pertemuan di Gedung Putih, Trump menyatakan kemungkinan adanya “pertukaran wilayah” sebagai bagian dari kesepakatan damai, namun tidak menjelaskan lebih lanjut.

Sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, puluhan ribu orang telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi.

Tiga putaran negosiasi antara Moskow dan Kyiv sepanjang tahun ini gagal menghasilkan kemajuan berarti, sehingga masih belum jelas apakah pertemuan puncak di Alaska nanti akan mendorong proses perdamaian ke depan.

Presiden Putin menolak seruan dari Amerika Serikat, Eropa, dan Ukraina untuk gencatan senjata, serta menolak melakukan pembicaraan langsung dengan Zelensky, sebuah pertemuan yang dianggap penting oleh presiden Ukraina demi kemajuan penyelesaian konflik.

Beberapa analis, termasuk yang dekat dengan Kremlin, menyebut Rusia mungkin akan menawarkan pengurangan wilayah yang dikuasainya di luar empat wilayah yang telah diklaim aneksasi, menurut laporan Associated Press.

Trump juga menyampaikan bahwa pertemuannya dengan Putin akan berlangsung terlebih dahulu sebelum ada pembicaraan bersama dengan Zelensky.

Kunjungan Zelensky ke Gedung Putih pada Februari lalu berakhir mendadak setelah terjadi bentrokan terbuka dengan Trump dan penasihatnya, Vance, terkait sikap gencatan senjata dengan Rusia.

Alih-alih melanjutkan pembicaraan positif, agenda bergeser menjadi penandatanganan kesepakatan mineral.

Zelensky akhirnya diminta meninggalkan Gedung Putih lebih awal, sebelum sempat tampil bersama Trump dalam konferensi pers yang telah dijadwalkan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved