Berita Viral
Kisah Tragis Nama Kabupaten Pati di Jawa Tengah: Cinta Tak Sampai hingga Dawet Legendaris
Nama Kabupaten Pati saat ini tengah menjadi bahan sorotan publik sebab Bupatinya yang ingin menaikkan Pajak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kabupaten-Pati.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Nama Kabupaten Pati saat ini tengah menjadi bahan sorotan publik.
Hal itu bermula dari Bupatinya yang ingin menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.
Namun, dibalik itu semua tidak banyak yang tahu asal-usul nama Kabupaten Pati di Jawa Tengah ini.
Dilansir dari Kompas.com, kabupaten yang kini dikenal dengan julukan Bumi Mina Tani itu lahir dari sebuah legenda lokal tentang cinta tak sampai, pelarian, pengkhianatan, hingga lahirnya perpaduan budaya dan kekuasaan dari tiga kadipaten besar: Paranggaruda, Carangsoko, dan Majasemi.
Cinta Dewi Ruyung Wulan dan Dalang Soponyono
Asal-usul Kabupaten Pati tertulis dalam kisah legendaris antara Dewi Ruyung Wulan, putri Adipati Carangsoko, dan Ki Dalang Soponyono, yang dikenal karena kemahirannya membawakan cerita pewayangan.
Dewi Ruyung Wulan dijodohkan dengan Raden Jaseri, putra Adipati Paranggaruda.
Namun karena tidak mencintainya, ia melarikan diri bersama Dalang Soponyono saat pagelaran wayang tengah berlangsung.
Baca juga: Kapal Perang KRI Teluk Banten-516 Ada di Gorontalo, Warga Bisa Berkunjung Selama Dua Hari Gratis
Pelarian tersebut menimbulkan kehebohan besar dan memicu pengejaran oleh pasukan Paranggaruda.
Soponyono, Dewi Ruyung Wulan, dan dua adiknya, Ambarsari dan Ambarwati, menyamar sebagai warga desa dan akhirnya tiba di wilayah Majasemi.
Di Majasemi, mereka bertemu dengan Raden Kembangjoyo.
Setelah pertempuran dan dialog, mereka justru diberi perlindungan oleh penguasa setempat, Penewu Sukmoyono.
Dari sinilah lahir persatuan antara tiga kadipaten: Paranggaruda, Carangsoko, dan Majasemi, yang kelak menjadi Kadipaten Pati.
Legenda menyebutkan, saat pembukaan hutan Kemiri untuk pusat pemerintahan baru, rombongan Kembangjoyo bertemu seorang penjual dawet bernama Ki Sagola.
Dawet yang dibuat dari pati aren, santan, dan gula kelapa ini memberi inspirasi nama "Pati", yang kemudian disahkan sebagai nama kadipaten baru.
| Viral! Dua Gadis Tunarungu Lolos Kerja di Matahari, Ternyata Saudari Kembar, Banjir Dukungan |
|
|---|
| Viral Curi Uang Pedagang Nasi Uduk, Pria di Bekasi Dibekuk Polisi |
|
|---|
| DPR Turun Tangan, PHK Karyawan Mie Sedaap Resmi Disetop |
|
|---|
| Bayi 6 Bulan Meninggal, Keluarga Salahkan Puskesmas: Tabung Oksigen Kosong, Ambulans tak Ada |
|
|---|
| Anak jadi Korban Kekerasan Pacar sang Ibu saat Check In di Hotel |
|
|---|