Tribun Podcast

Gebrakan Bupati Boalemo Rum Pagau di Sektor Pertanian, Ingin Kembangkan Bambu Petuk

Bupati Boalemo Rum Pagau mengaku sektor pertanian menjadi salah satu sektor prioritas mendapat perhatiannya.

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge

TRIBUNGORONTALO.COM - Bupati Boalemo Rum Pagau mengaku sektor pertanian menjadi salah satu sektor prioritas mendapat perhatiannya.

Hal ini demi meningkatkan kesejahteraan warganya yang mayoritas bertani.

Bupati Boalemo 2 periode ini mengaku memiliki sedang menggalakkan program gerakan sejuta kakao.

Selain itu, pemerintah sedang membagikan bibit kelapa sawit, jamu mente, pala dan bambu petuk.

Hal itu disampaikan Bupati Boalemo Rum Pagau dalam Tribun Podcast yang dipandu manejer konten TribunGorontalo.com Aldi Ponge.

Program ini telah tayang di Youtube dan Facebook Tribun Gorontalo pada Senin (4/8/2025).

Politisi Partai Nasdem ini mengaku sejak dilantik jadi bupati, dia rutin turun ke masyarakat untuk mengetahui kebutuhan dan keluhan warganya. 

"Kalau keluhan dari masyarakat banyak karena kita tau masyarakat ini dalam kondisi sangat kurang. Oleh karena itu saya sebagai bupati yang ingin mendengar langsung keluhan mereka," kata Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi ini.

Rum mengaku tujuan dia menjadi bupati adalah mejadikan warga Boalemo sejahtera. 

 "Lima tahun ke depan insyaallah program kita akan kita laksanakan sesuai dengan visi-misi kami. Tujuan paling utama bagaimana rakyat ini sejahtera.  Apapun kita lakukan di daerah tapi kalau rakyat miskin terus tidak ada guna kita menjadi kepala daerah. Oleh karena itu saya sudah amati dan sudah lama saya lihat kondisi rakyat," katanya.

Rum mengatakan sejak dirinya menjadi Bupati Boalemo periode 2012-2015, sektor pertanian telah menjadi prioritas dengan meluncurkan gerakan sejuta kakao. Kini program ini kembali digalakkan. 

"Kalau kita bertahan dengan tanaman musiman mustahil kita wujudkan kesejahteraan. Memang program ini ada yang menerima dan tidak," kata pria kelahiran 13 Februari 1961

Dia menjelaskan selama ini petani hanya terbiasa menanam tanaman musiman seperti jagung. 

"Hanya sebagian kecil yang suka termasuk orang Bali (tinggal di Boalemo), orang Bugis-Makassar, orang Jawa, sedikit orang Gorontalo.Sehingga tingkat kesejahteraan dari orang-orang ini meningkat. Sekarang ini (Kakao) luar biasa Rp 200 per kilogram," jelasnya

Kendati begitu, pemerintah tetap memperhatikan petani jagung. Bahkan tahun ini, bantuan bibit terbanyak diterima pertani jagung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved