Lipsus Penderita Kanker
Perjuangan Sultan Siswa Gorontalo Melawan Kanker Ganas dan Cita-Cita Jadi Dokter
Di tengah keterbatasan fisik, semangat seorang remaja Gorontalo bernama Sultan Muhaimin Rofiq Harun terus menyala.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sultan-Muhaimin-Rofiq-Harun-terbaring-lemah-di-kamarnya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Di tengah keterbatasan fisik, semangat seorang remaja Gorontalo bernama Sultan Muhaimin Rofiq Harun terus menyala.
Betapa tidak, Sultan harus menghadapi cobaan berat. Ia kehilangan satu kakinya akibat kanker ganas.
Namun, alih-alih menyerah, semangatnya untuk terus belajar justru semakin membara. Kini, Sultan kembali berjuang melawan kanker yang telah menyebar ke tulang belakang dan bahunya.
Kisah pilu ini berawal pada tahun 2022. Saat itu, Sultan yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP terjatuh dan pahanya terbentur saat membersihkan kelas.
Awalnya, ia tak berani bercerita pada sang ibu, Meike Musa. Namun, satu bulan kemudian, gurunya datang ke rumah dan menceritakan kejadian itu karena Sultan mulai berjalan pincang.
Setelah dibawa ke dokter, Sultan didiagnosis mengidap kanker ganas. Hanya dalam sebulan, tumor di pahanya membesar hingga sebesar helm.
Sultan pun segera dirujuk ke Rumah Sakit Primaya Makassar. Demi menyelamatkan nyawanya, kaki Sultan harus diamputasi. Jika tidak, kanker bisa menyebar ke pembuluh darah.
Selama enam bulan di Makassar, perjuangan Meike tak kalah berat. Meskipun ia seorang guru PNS, sebagian gajinya tak cair karena harus mendampingi Sultan.
Penghasilan sang ayah sebagai petani juga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Meski begitu, Sultan tetap bersemangat. Sekembalinya dari Makassar, ia melanjutkan sekolah dan berhasil lulus dari SMP. Bahkan, ia diterima di SMK Kesehatan, jurusan Analisis Laboratorium. Saat itulah terungkap alasan di balik semangatnya yang luar biasa.
"Ia ingin tahu sebenarnya penyakit apa yang ia derita saat ini," ujar Meike sambil tak kuasa menahan tangis kala bercerita kepada TribunGorontalo.com, Kamis 31/7/2025).
Di mata ibunya, Sultan adalah anak yang aktif dan berprestasi, bahkan sempat didaftarkan oleh guru olahraganya ke dalam tim sepak bola disabilitas.
Ia tak pernah malu, bahkan menolak kaki palsu agar bisa bebas bermain bola.
Baca juga: Kronologi Faad Tukang Bakso Dibacok Pria di Kota Gorontalo, Pelaku Suruh Beli Es
Namun, di balik kegagahannya, Sultan pernah berujar dengan hati yang pilu, "Mama, mereka semua punya dua kaki."
Namun, di awal Mei tahun ini, kondisi Sultan kembali memburuk. Ia tiba-tiba lumpuh dan tak bisa merasakan kakinya. Setelah diperiksa, dokter menemukan bahwa tumor telah menyebar ke tulang belakang, dan kini muncul benjolan besar di bahunya.