Selasa, 10 Maret 2026

Peringatan Tsunami Gorontalo

FOTO Suasana Pengungsi Akibat Peringatan Dini Tsunami Gorontalo Rabu 30 Juli 2025 Kemarin

Berikut foto-foto warga yang mengungsi akibat peringatan dini tsunami Gorontalo pada Rabu 30 Juli 2025 kemarin.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge

"Iya sudah dicabut," ujarnya melalui pesan singkat kepada TribunGorontalo.com, Rabu (30/7/2025) malam.

Dengan begitu berakhirlah sudah peringatan dini tsunami. Status waspada tsunami di Gorontalo ini dicabut karena gelombang tsunami yang diperkirakan tidak akan terjadi atau sudah lewat.

Namun biasanya, dari waktu prediksi BMKG masih menunggu 2-3 jam lagi.

Masyarakat pun sudah bisa kembali ke tempat tinggalnya terutama bagi mereka yang sebelumnya diminta untuk evakuasi ke tempat tinggi.

Selain itu, masyarakat pun sudah bisa kembali beraktivitas dengan normal.

Tapi, masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB dan pemerintah daerah untuk mencegah adanya informasi hoaks.

BMKG sempat merilis prediksi Tsunami terjadi di Gorontalo Rabu pagi Tsunami ini diprediksi akan menerjang wilayah Kota Gorontalo dengan estimasi waktu di pukul 16.39 Wita pada 30 Juli 2025.

Hasil analisis BMKG, gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status Waspada (ketinggian Tsunami kurang dari 0.5m),  di wilayah Talaud (ETA 14:52:24 Wita), Kota Gorontalo (ETA 16:39:54 Wita), Halmahera Utara (ETA  16:04:24 WIT), Manokwari (ETA 16:08:54 WIT), Rajaampat (ETA 16:18:54 WIT), Biaknumfor (ETA 16:21:54 WIT), Supiori (ETA 16:21:54 WIT), Sorong bagian Utara (ETA 16:24:54 WIT), Jayapura (ETA 16:30:24 WIT), Sarmi (ETA 16:30:24 WIT)..

Tsunami ini merupakan imbas dari gempa berkekuatan 8,7 magnitudo yang mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia pada Rabu, (30/7/2025) pukul 06.24 WIB. Gempa tektonik ini juga mengakibatkan tsunami di beberapa negara yakni Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam. 

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi ini merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas  subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka ( Kurile-Kamchatka Trench ). Gempabumi ini memiliki mekanisme naik ( thrust fault). (*/TribunGorontalo)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved