Selasa, 3 Maret 2026

Penganiayaan di Kota Gorontalo

Faad, Penjual Bakso Korban Pembacokan di Kota Gorontalo Kini Pulang dari Rumah Sakit

Seorang pedagang pangsit bernama Faad (23) korban pembacokan di Gorontalo telah keluar dari rumah sakit.

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Faad, Penjual Bakso Korban Pembacokan di Kota Gorontalo Kini Pulang dari Rumah Sakit
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
KASUS PEMBACOKAN -- RSIA Sitti Khadijah Aisyiyah di Jl Nani Wartabone, Kelurahan Heledulaa Selatan, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Rumah sakit ini merupakan tempat Faad dirawat setelah dibacok oleh orang tak dikenal (Sumber Foto:TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga) 

TRIBUNGORONTALO.COM – Faad (23), penjual bakso pangsit yang menjadi korban pembacokan di Gorontalo, kini sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Faad sempat dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) RSIA Sitti Khadijah Aisyiyah pada Rabu (30/7/2025). Tetapi hanya beberapa jam kemudian ia sudah bisa kembali ke indekosnya di Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Menurut Sandi, rekan sesama pedagang, Faad sudah kembali dari rumah sakit sejak Rabu malam dan kondisinya terlihat membaik.

"Dari semalam sudah kembali, tapi saya tidak tahu jam berapa karena saat itu saya sudah tidur," ujar Sandi kepada TribunGorontalo.com, Kamis (31/7/2025).

Sandi menjelaskan, Faad adalah warga Desa Ampana, Jember, Jawa Timur.

Sehari-hari, ia berjualan bakso pangsit di Jalan Nani Wartabone, Kelurahan Heledulaa Selatan, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Sandi lantas membantah rumor yang menyebut Faad adalah seorang mahasiswa. "Bukan mahasiswa dia, Mas. Hoaks itu, hanya seperti kami, dia (Faad) menjual pangsit," jelasnya.

Kondisi mental Faad juga terlihat baik-baik saja dan tidak menunjukkan tanda-tanda trauma. Ia bahkan sudah menghubungi keluarganya di Jember untuk menceritakan kejadian yang menimpanya.

Baca juga: Detik-detik Penjual Bakso Pangsit di Kota Gorontalo Ditebas Orang Tak Dikenal

Kronologi Kejadian

Faad menjadi korban pembacokan pada Rabu (30/7/2025), sekitar pukul 13.00 Wita, saat sedang melayani pembeli.

Seorang pria berinisial DA (20) datang dan meminta Faad untuk membelikan es. Karena sibuk melayani pembeli, Faad tidak mengindahkan permintaan tersebut.

DA dan Faad sempat terlibat adu mulut, sebelum akhirnya DA membacok kepala Faad.

Akibat luka yang cukup dalam, Faad segera dilarikan ke UGD RSIA Sitti Khadijah dalam kondisi bersimbah darah. Warga sekitar pun melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib.

Kurang dari satu jam setelah insiden, DA berhasil diamankan oleh Tim Resmob Rajawali Polresta Gorontalo Kota.

Baca juga: Asal Muasal Ikan Nike Gorontalo Terungkap, Ternyata Bukan Endemik dan Punya 13 Spesies

Korban diketahui memiliki hubungan yang baik dengan warga sekitar dan dikenal sangat ramah kepada para pembeli.

"Pangsit yang dijual Mas itu enak sekali," kata MM, seorang karyawan swasta, kepada TribunGorontalo.com, Rabu (30/7/2025).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved