Senin, 9 Maret 2026

Gerhana Matahari Total

Fenomena Langka Gerhana Matahari Total 2027: Negara yang Bisa Menyaksikan dan Cara Aman Melihatnya

Fenomena alam ini menjadi sorotan karena akan menampilkan momen langit gelap gulita di siang hari ketika bulan sepenuhnya menutupi matahari.

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Fenomena Langka Gerhana Matahari Total 2027: Negara yang Bisa Menyaksikan dan Cara Aman Melihatnya
HO
GERHANA MAAHARI TOTAL -- Dunia astronomi kembali menyambut salah satu peristiwa langka dan menakjubkan, gerhana matahari total yang diprediksi akan terjadi pada 2 Agustus 2027. Fenomena alam ini menjadi sorotan karena akan menampilkan momen langit gelap gulita di siang hari ketika bulan sepenuhnya menutupi matahari. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Dunia astronomi kembali menyambut salah satu peristiwa langka dan menakjubkan, gerhana matahari total yang diprediksi akan terjadi pada 2 Agustus 2027.

Fenomena alam ini menjadi sorotan karena akan menampilkan momen langit gelap gulita di siang hari ketika bulan sepenuhnya menutupi matahari.

Namun, penting untuk diketahui bahwa Indonesia tidak akan menjadi bagian dari jalur gerhana ini. 

Fenomena tersebut hanya akan dapat disaksikan dari sejumlah negara di wilayah Afrika Utara hingga Timur Tengah.

Meskipun demikian, antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk mengetahui kapan, di mana, dan bagaimana cara menyaksikan peristiwa langka ini secara aman.

Usut punya usut, ternyata gerhana matahari yang disebutkan itu tidak terjadi pada tahun ini.

Warganet keburu terkecoh dengan informasi yang beredar.

Banyak yang mengira bahwa fenomena alam gerhana matahari total itu akan terjadi pada 2 Agustus 2025.

Faktanya, informasinya tidak seperti itu.

Terjadinya fenomena alam gerhanata matahari total memang diprediksi pada 2 Agustus.

Baca juga: PLN UIP3B Sulawesi Beri Bantuan Pendidikan kepada Anak Putus Sekolah dan Siswa Kurang Mampu

Tapi 2 Agustus yang dimaksud adalah tahun 2027 nanti.

Jadi, fenomena alam tersebut tidak terjadi tahun ini.

Meski begitu, antusias masyarakat untuk mengetahui seperti apa fenomena alam ini masih begitu tinggi.

Sebab, Indonesia sendiri pernah bisa menyaksikan gerhana matahari total tersebut.

Fenomena yang terjadi di Indonesia berlangsung pada Kamis, 20 April 2023.

Hanya saja, gerhana matahari total kala itu cuma bisa disaksikan di wilayah Indonesia Timur bisa menyaksikan GMT, di antaranya di Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Lalu, negara mana saja sih yang nantinya bisa melihat gerhana matahari total ini?

16 Negara yang Bisa Menyaksikan Gerhana Matahari Total

1. Malaga, Spanyol

2. Cadiz, Spanyol

3. Tarifa, Spanyol

4. Gibraltar, Semenanjung Iberia

5. Tangier, Maroko

6. Oran, Aljazair

7. Sfax, Tunisia

8. Kepulauan Kerkennah, Tunisia

9. Benghazi, Libya

10. Oasis Siwa, Mesir

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Ambon - Bitung Agustus 2025: KM Sangiang 4x Transit

  • Jadwal menonton: pukul 12.42 waktu setempat
  • Durasi Gerhana Matahari Total: 5 menit 32 detik

11. Sohag, Mesir

12. Luxor, Mesir

13. Pantai Laut Merah, Mesir

14. Jeddah, Arab Saudi

15. Mekkah, Arab Saudi

16. Sana, Yaman

Sebab, melihat gerhana matahari secara langsung dan tanpa perlindungan sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kerusakan mata.

Kerusakan mata itu disebabkan oleh sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari, walaupun tak sepenuhnya tertutup saat gerhana.

Sinar utraviolet saat gerhana matahari dapat merusak retina mata, sehingga disebut solar eclipse retinopathy.

Berikut ini tips aman melihat gerhana matahari dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami):

1. Gunakan kacamata khusus gerhana Matahari

Kacamata khusus untuk melihat gerhana Matahari dilengkapi filter sinar ultraviolet (UV) dan infrared (IR) tertentu serta memiliki lapisan tipis alumunium, shromium atau perak.

2. Pakai kacamata las nomor 14

Tak sembarang kacamata las bisa digunakan untuk melihat gerhana Matahari.

Pihak Perdami mengimbau masyarakat untuk menggunakan kacamata las dengan tingkat kegelapan nomor 14.

Selain itu, anda tidak bisa berlama-lama menggunakan alat ini untuk melihat gerhana Matahari.

Meski cukup aman, sebaiknya gunakan kacamata las ini kurang dari dua menit berturut-turut. 

Baca juga: Daftar Tarif Listrik PLN 28 Juli-3 Agustus 2025: Berlaku untuk Pelanggan Subsidi hingga Rumah Tangga

3. Lihat dari proyeksi tidak langsung

Cara paling aman melihat gerhana Matahari ialah menggunakan proyeksi indirek atau proyeksi tidak langsung menggunakan layar putih, dinding, atau selembar kertas putih.

4. Gunakan kamera lubang jarum (pinhole)

Anda bisa membuat kamera lubang jarum sederhana dengan menggunakan kertas karton.

Alat yang dibutuhkan ialah kertas karton tebal, kertas HVS, gunting, dan jarum atau paku payung.

Cara membuat kamera lubang jarum juga cukup mudah.

Pertama, potong kertas karton menjadi persegi agar nyaman dipegang, tapi jangan terlalu kecil. 

Kedua, tusuk bagian tengah kertas menggunakan jarum atau paku payung.

Pastikan lubang tusukan itu bundar cukup sempurna.

Cara menggunakannya, anda perlu berdiri membelakangi matahari dan memegang kertas karton yang telah dilubangi tadi di sisi bahu atau atas kepala.

Pastikan arahnya pas dengan arah sinar matahari.

Selanjutnya arahkan sinar Matahari yang masuk ke lubang kertas karton ke kertas HVS sebagai layar.

Penjelasan BRIN

Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa fenomena alam gerhana matahari total yang akan terjadi pada 2 Agustus 2027 mendatang tidak bisa dilihat dari Indonesia.

Peneliti Utama Pusat Risen Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin menerangkan, bahwa fenomena tersebut hanya terjadi di wilayah Afrika Utara dan Arab Saudi.

"Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 tidak terjadi di seluruh Bumi, Indonesia pun tidak terlintasi," kata Thomas, Rabu (223/7/2025) dikutip dari Kompas.com.

Menurut Thomas, Indonesia tidak dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total yang terjadi dalam dua tahun mendatang karena tidak dilalui oleh jalur gerhana.

Dia menjelaskan, jalur gerhana bergantung pada konfigurasi Bumi-Bulan-Matahari sehingga hanya wilayah tertentu yang menjadi gelap.

Adapun jalur Gerhana Matahari Total yang melintasi wilayah Indonesia pernah terjadi pada tanggal 9 Maret 2016. 

Saat itu, Gerhana Matahari Total dapat dilihat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Di sisi lain, pada saat fenomena terjadi, Indonesia juga sedang mengalami malam hari. 

"Ya saat Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 di Indonesia malam," kata Thomas.

Senada dengan Thomas, NASA juga mengungkap bahwa Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 akan menghiasi langit Afrika dan sebagian Timur Tengah.

Salah satu lokasi strategis untuk menyaksikan Gerhana Matahari ini dengan peluang tutupan awan hampir nol adalah di Libya dan Mesir.

Baca juga: 2 Hari Lagi Hangus! Ini Langkah Mudah Cairkan BSU 2025 di Kantor Pos

Mesir hampir memiliki peluang langit paling cerah paling tinggi dengan pemandangan bebas awan.

Masyarakat dan wisatawan dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total di Luxor, Mesir yang dilintasi Sungai Nil dan menjadi rumah bagi harta karun Mesir Kuno.

Namun perlu diketahui bahwa pada 2 Agustus 2027, suhu di Mesir bisa mencapai 43 derajat Celsius yang sangat menyengat di kulit.

Wilayah yang mengalami Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027

Bulan yang sepenuhnya akan menutupi Matahari pada saat Gerhana Matahari Total terjadi pada tanggal 2 Agustus 2027.

Bayangan Bulan selebar 258 kilometer (km) itu membutuhkan waktu 3 jam 20 menit untuk melintasi Bumi.

Adapun jalur gerhana yang dilalui dimulai dari Samudra Atlantik, lalu melintasi Spanyol bagian selatan, Maroko bagian utara, Aljazair bagian utara, Tunisia bagian utara, Libya bagian timur laut, Mesir bagian tengah, ujung timur laut Sudan, barat daya Arab Saudi, Yaman, dan ujung timur laut Somalia sebelum berakhir di sebelah timur Kepulauan Chagos di Samudra Hindia.

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved