Bicara Data Gorontalo

7 Ribu Warga Gorontalo Keluar dari Status Miskin hanya Dalam Enam Bulan

Sekitar 7.290 warga Gorontalo resmi “naik level” alias keluar dari garis kemiskinan dalam kurun enam bulan.

Editor: Wawan Akuba
AI Generated
ILUSTRASI AI -- Warga di bantaran sungai Gorontalo, anak-anak bermain di sungai dengan di tengah permukiman kumuh. Sebagai informasi, warga status miskin Gorontalo berkurang signifikan. 

Kata dia hasil ini karena upaya konsisten dan terarah Pemprov Gorontalo di bawah kendali Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah.

Berbagai program langsung menyasar masyarakat miskin dan rentan.

"Ini dipengaruhi faktor dari berbagai kegiatan-kegiatan yang gencar dan aktif dilakukan pemprov," katanya.

Langkah-langkah yang dimaksud seperti membantu UMKM, Program Usaha Ekonomi Produktif Keluarga Pra Sejahtera (UEP PK), dan distribusi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

"Adapula penanganan daerah rawan pangan, pelaksanaan pasar murah serta kegiatan-kegiatan lainnya yang fokus pada target masyarakat miskin,” jelas Wahyudin.

Program-program ini dirancang untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, memastikan ketersediaan pangan, serta menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga.

Bantuan UMKM dan UEP PK misalnya, memberikan modal dan pelatihan bagi pelaku usaha mikro dan kecil, membuka peluang pendapatan baru bagi keluarga.

Sementara distribusi CPP dan pasar murah berperan langsung dalam menekan beban pengeluaran pangan rumah tangga, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan. 

Penurunan angka kemiskinan ini juga sejalan dengan membaiknya berbagai indikator makro ekonomi lainnya di Gorontalo.

Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan pemerintah daerah berhasil menciptakan efek domino positif.

"Alhamdulillah untuk inflasi kita masih stabil terkendali," katanya.

Kata Wahyudin, pertumbuhan ekonomi Gorontalo di triwulan satu itu di atas 6 persen.

"Kemudian untuk gini rasio kita juga tadi menurun," ucapnya.

Apalagi tingkat pengangguran terbuka Gorontalo juga menurun walaupun sedikit, sedangkan Nilai Tukar Petani positif naik cukup signifikan.

"Jadi intinya secara keseluruhan rata-rata linier positif bersama penurunan angka kemiskinan,” imbuh Wahyudin.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved