Lipsus Ikan Nike Gorontalo
Nelayan Nike Leato Utara Gorontalo Lawan Ombak Pesisir Demi Rezeki Akhir Bulan
Nelayan di Kelurahan Leato Utara, Kota Gorontalo, terus berjuang mendapatkan nike meski harus menghadapi tantangan ombak di perairan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/NELAYAN-NIKE-Sejumlah-nelayan-di-Leato-Utara-Kota-Gorontalo.jpg)
“Semua susah senangnya sudah saya rasakan. Ombak pesisir, angin kencang, hujan, sudah biasa. Berat memang, tapi beginilah cari nafkah,” tutur Ibrahim.
Ibrahim biasanya melaut mulai pukul 17.00 Wita hingga dini hari sekitar pukul 05.00 Wita, bersama 17 hingga 20 orang rekannya.
Untuk musim ini, para nelayan mendapat nike selama tiga malam berturut-turut. Jika tangkapan sedikit, mereka hanya membawa pulang 20 karung. Namun jika sedang ramai, bisa mencapai 100 karung per musim.
“Bulan ini dapatnya 50 karung. Harga per karung sama, Rp1.400. Itu dibagi sesuai berapa orang yang ikut turun,” jelas Ibrahim.
Dari pantauan Tribun Gorontalo, musim nike bulan Juli berakhir kemarin malam. Saat ini para nelayan mulai merapikan pukat, menarik perahu ke darat, dan bergotong royong menyandarkan perahu di tepi pantai.
Nike tetap menjadi rezeki musiman yang dinantikan nelayan pesisir Leato Utara.
Meski ombak pesisir sering jadi tantangan, tekad mereka tak surut demi dapur tetap mengepul. (*)