Minggu, 8 Maret 2026

Lipsus Ikan Nike Gorontalo

Nelayan Nike Leato Utara Gorontalo Lawan Ombak Pesisir Demi Rezeki Akhir Bulan

Nelayan di Kelurahan Leato Utara, Kota Gorontalo, terus berjuang mendapatkan nike meski harus menghadapi tantangan ombak di perairan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Nelayan Nike Leato Utara Gorontalo Lawan Ombak Pesisir Demi Rezeki Akhir Bulan
FOTO: Jefri, TribunGorontalo.com
NELAYAN NIKE--Sejumlah nelayan di Leato Utara, Kota Gorontalo mulai menyimpan pukat dan perahu, pertanda musim nike berakhir, Jumat (25/7/2025). Foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Nelayan di Kelurahan Leato Utara, Kota Gorontalo, terus berjuang mendapatkan nike meski harus menghadapi tantangan ombak di perairan pesisir Teluk Tomini.

Setiap musimnya, nike, ikan kecil endemik khas Gorontalo, datang menjelang akhir bulan di perairan dangkal dekat pantai, bukan di laut lepas.

Biasanya musim nike berlangsung sekitar 9 hingga 11 hari.

Meski lokasinya di pesisir, ombak tetap menjadi tantangan tersendiri bagi para nelayan.

Apalagi saat angin timur berhembus, gelombang di sepanjang pesisir bisa lebih tinggi dari biasanya.

Baca juga: Hadir UMKM Rumahan Rujak Asinan Buah Li Shinta di Bone Bolango, Gorontalo, Tanpa Bahan Pengawet

Kadin Lasena (45), salah satu nelayan di Leato Utara, mengaku sudah dua tahun terakhir menangkap nike bersama warga lain.

“Biasanya kalau musim angin timur, ombaknya lebih besar. Puncaknya Agustus nanti,” kata Kadin saat ditemui TribunGorontalo.com, Jumat (25/7/2025).

Menurut Kadin, jika ombak pesisir sedang tinggi, mereka terpaksa menunda melaut.

Namun kadang situasi mendesak membuat mereka tetap nekat turun ke perairan meski gelombang menggulung pantai.

“Kalau ombak besar, kami kadang tidak turun. Tapi kadang juga tetap maksa, karena kebutuhan rumah tangga. Berat sekali kalau ombak naik,” ujarnya.

Untuk mencari nike, Kadin dan rekan-rekannya biasanya berangkat sejak pukul 06.30 Wita hingga malam, bahkan sampai pukul 21.00 Wita.

“Tergantung, kalau nike belum dapat banyak ya kami masih di pesisir seharian penuh,” tambahnya.

Penangkapan nike dilakukan berkelompok, maksimal 25 orang dalam satu perahu. Hasil tangkapan bisa mencapai 1 koli atau sekitar 50 kilogram per hari.

“Alhamdulillah, lumayan lah kalau dapat nike,” ucap Kadin. Nike ini kemudian dijual di pelelangan ikan dengan harga Rp1.400 per koli.

Baca juga: Curhat Kepala Desa Lamahu Gorontalo soal Jalan Rusak: Takutnya Ada Korban

Sementara itu, Ibrahim Liputo (37), nelayan lainnya, sudah lebih dari 10 tahun melaut menangkap nike di pesisir Leato Utara.

“Semua susah senangnya sudah saya rasakan. Ombak pesisir, angin kencang, hujan, sudah biasa. Berat memang, tapi beginilah cari nafkah,” tutur Ibrahim.

Ibrahim biasanya melaut mulai pukul 17.00 Wita hingga dini hari sekitar pukul 05.00 Wita, bersama 17 hingga 20 orang rekannya.

Untuk musim ini, para nelayan mendapat nike selama tiga malam berturut-turut. Jika tangkapan sedikit, mereka hanya membawa pulang 20 karung. Namun jika sedang ramai, bisa mencapai 100 karung per musim.

“Bulan ini dapatnya 50 karung. Harga per karung sama, Rp1.400. Itu dibagi sesuai berapa orang yang ikut turun,” jelas Ibrahim.

Dari pantauan Tribun Gorontalo, musim nike bulan Juli berakhir kemarin malam. Saat ini para nelayan mulai merapikan pukat, menarik perahu ke darat, dan bergotong royong menyandarkan perahu di tepi pantai.

Nike tetap menjadi rezeki musiman yang dinantikan nelayan pesisir Leato Utara.

Meski ombak pesisir sering jadi tantangan, tekad mereka tak surut demi dapur tetap mengepul. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved