Lipsus Ikan Nike Gorontalo
Produksi Ikan Nike Gorontalo Tembus 3.700 Ton, Harga Sekarung Capai Rp 800 Ribu
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo terus memantau produksi ikan Nike yang menjadi komoditas khas daerah ini.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/NIKE-GORONTALO-_.jpg)
Setelah lewat minggu kedua, ikan Nike yang tidak tertangkap akan kembali bergerak ke arah sungai.
Tak seperti ikan pada umumnya, alat tangkap untuk Nike pun berbeda.
"Nike ini ditangkap menggunakan waring yang sudah dimodifikasi, namanya Tagahu," jelas Kadir.
Dari segi harga, Nike menjadi komoditas potensial, terutama di hari-hari pertama musim panen.
"Satu karung Nike dengan berat 25 Kilogram bisa mencapai Rp 600-800 ribu," ungkapnya.
Kadir menambahkan bahwa pemasaran ikan Nike juga telah menjangkau wilayah luar Gorontalo.
"Dan untuk pemasaran bisa sampai ke luar daerah," pungkasnya.
Ikan nike adalah nama yang digunakan untuk merujuk beberapa spesies ikan goby seperti awaous melanocephalus, sicyopterus parvei, sicyopterus cynocephalus, sicyopterus longifilis, sicyopterus lagocephalus, dan stiphodon semoni.
Ikan ini memiliki kuran kecil, dan tubuh ikan dewasa berwarna belang-belang.
Ikan ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Nike juga sering disebut dengan ikan duwo oleh orang Gorontalo.
Kandungan dan Gizi
Dalam keadaan segar, sebagian besar kandungan ikan nike yakni air sekitar 70 persen dan protein 16 persen.
Selain itu, ikan nike juga mengandung kalsium, fosfor, yang bagus untuk pertumbuhan. Ada zinc juga kemudian zat besi. (*)