Konflik Thailand Vs Kamboja
Konflik Perbatasan, Thailand Tuding Kamboja Serang Pangkalan Militer hingga Pakai Perisai Manusia
Angkatan Darat Kerajaan Thailand melaporkan pangkalan militernya menjadi sasaran serangan Kamboja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Konflik-Thailand-dan-Kamboja.jpg)
Angkatan Darat Thailand melaporkan bahwa sebuah pesawat tanpa awak Kamboja terlihat sekitar pukul 07.30 pagi di depan kuil Ta Muen Thom. Diikuti oleh enam tentara Kamboja bersenjata lengkap yang mendekati pangkalan militer Thailand.
Sekitar pukul 08.20 pagi, Angkatan Darat Thailand menuduh militer Kamboja melepaskan tembakan ke arah pangkalan tersebut. Juga memasang artileri dan menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.
Baca juga: Tentara Thailand Vs Kamboja Baku Tembak di Perbatasan, 3 Warga Sipil Terluka
Thailand Usir Duta Besar Kamboja
Sebagai bentuk protes, Thailand tidak hanya mengusir Duta Besar Kamboja, Hun Saroeun, tetapi juga menarik utusan Thailand dari Phnom Penh.
Bangkok telah memberikan pengarahan kepada atase militer dan diplomat asing di negara tetangga, serta sedang mengupayakan tindakan berdasarkan Konvensi Pelarangan Ranjau Anti-Personil PBB, di samping upaya bilateral untuk menyelesaikan pertikaian ini.
Meskipun hubungan Thailand dan Kamboja sering diwarnai ketegangan perbatasan, hubungan mereka relatif stabil sejak konflik tahun 2011 yang menewaskan puluhan orang.
Namun, hubungan kedua negara memburuk sejak Mei 2025, ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam konfrontasi bersenjata di salah satu wilayah sengketa.
Kementerian Pertahanan Kamboja bersikeras bahwa Thailand memulai bentrokan bersenjata tersebut.
Presiden Senat Kamboja, Hun Sen, juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan percaya pada pemerintah serta militer mereka.