Jumat, 13 Maret 2026

Berita Nasional

Tiga Provinsi di Indonesia Catat PHK Terbanyak, 42.385 Pekerja Kehilangan Pekerjaan di Awal 2025

Tren Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia ternyata meningkat dari tahun sebelumnya. Ada tiga daerah yang menjadi jumlah PHK terbanyak

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Tiga Provinsi di Indonesia Catat PHK Terbanyak, 42.385 Pekerja Kehilangan Pekerjaan di Awal 2025
Istimewa / Tribun Timur
BADAI PHK - Tren Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia ternyata meningkat dari tahun sebelumnya. Ada tiga daerah yang menjadi jumlah PHK terbanyak 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Tren Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia ternyata meningkat dari tahun sebelumnya.

Baru enam bulan berjalan di tahun 2025 ini, PHK di Indonesia sudah mencapai 42.385 orang berdasarkan rekapan data yang diunggah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenake) di laman resmi Satudata Kemnaker.

Sementara di jumlah pekerja korban PHK Januari-Juli 2025 sebanyak 32.064 orang.

Artinya di tahun 2025 ini, ada ketambahan 10.321 orang pekerja yang di PHK atau sebesar 32,19 persen.

Merujuk dari tersebut, jumlah karyawan yang menjadi korban PHK sejak Januari-Juni 2025 paling banyak berada di tiga provinsi, yakni Jawa Tengah (10.995 orang), disusul Jawa Barat (9.494 orang) dan Banten (4.267 orang).

Ada tiga sektor yang mendominasi angka PHK pada Januari-Juni 2025. 

Baca juga: PKH & BPNT Tahap 3 2025 Cair, Ada 2 Cara Cek Penerima Lewat HP Agar Tak Terlewat Jadwal

Hal itu diungkapkan Anwar Sanusi Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Anwar Sanusi merupakan orang yang berkompeten dalam dunia ketenagakerjaan.

Sejak tahun 2020, dia kompeten mengurusi soal ketenagakerjaan di Indonesia.

Sebelum diangkat menjadi Kepala Barenbang Kemenaker pada 10 Maret 2025, Anwar lebih dulu ditugasi menjadi Sekretaris Jenderal Kemenaker.

Sebagai Sekretaris Jenderal Kemenaker, Anwar Sanusi selalu berkutat dengan pekerjaannya sebagai sekretaris secara umum yakni:

  • Mengkoordinasikan perencanaan, program, dan kebijakan Kemenaker.
  • Mengelola urusan kepegawaian, keuangan, aset, dan administrasi kementerian.
  • Memberikan dukungan teknis dan administratif kepada Menteri.
  • Mengawasi pelaksanaan program dan anggaran agar sesuai kebijakan nasional.
  • Membina dan mengevaluasi kinerja unit kerja di lingkungan Kemenaker.
  • Mengelola hubungan antar lembaga dan kerjasama internasional yang terkait.

Baca juga: Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces Hari Ini 23 Juli 2025: Cinta, Kesehatan, Karier, Keuangan

Kata Anwar, pekerjaan yang paling banyak didominasi oleh PHK yakni sektor industri pengolahan (manufaktur), perdagangan besar dan eceran serta pertambangan dan penggalian. 

"Paling banyak ya di pengolahan, perdagangan besar dan eceran serta pertambangan dan penggalian," ujar Anwar di Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Lebih lanjut Anwar Sanusi mengakui jika tren PHK pada 2025 ini lebih tinggi daripada tahun lalu. Selain itu, tren PHK 2025 juga marak terjadi di awal tahun dengan adanya sejumlah perusahaan tekstil yang tutup usaha, salah satunya perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Namun, saat memasuki Juni sebenarnya tren PHK sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya. "Adanya satu tren yang sebetulnya tahun 2025 ya memang agak lebih tinggi. Tapi di dalam bulan Juni ini, data kemarin bulan Juni ini agak turun," kata Anwar. 

Beberapa cara yang bisa dilakukan pekerja untuk meminimalkan risiko terkena PHK, terutama saat tren pemutusan hubungan kerja sedang naik seperti sekarang:

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved