Kapal Terbakar di Sulut
Penumpang KM Barcelona Bongkar Kegagalan SOP Penyelamatan: ABK Panik, Evakuasi Tak Jelas
Seorang penumpang bernama William Edson Apena membongkar kegagalan kru kapal motor (KM) Barcelona VA dalam mengatasi kondisi darurat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Kondisi-KM-Barcelona-VA-setelah-alami-kebakaran-Juli-2025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Manado – Seorang penumpang bernama William Edson Apena membongkar kegagalan kru kapal motor (KM) Barcelona VA dalam mengatasi kondisi darurat.
KM Barcelona VA terbakar saat melintas di antara Pulau Talise dan Pulau Gangga, Sulawesi Utara, Minggu (20/7/2025) sekira pukul 12.00 Wita.
Insiden ini mengakibatkan tiga penumpang kehilangan nyawa.
KM Barcelona VA bertolak dari Pelabuhan Melonguane pada Sabtu malam pukul 00.00 WITA.
Sempat singgah di Pelabuhan Lirung pukul 02.00 WITA untuk menaikkan penumpang tambahan.
Sekitar pukul 12.00 WITA di Laut Talise, api mulai muncul dan menyebar dengan cepat.
Penumpang ungkap SOP penyelamatan kacau balau
Melalui siaran langsung Facebook, William memperlihatkan api yang menjalar di bagian belakang kapal.
Tayangan ini viral karena memperlihatkan minimnya koordinasi awak kapal dan ketidaksiapan tim penyelamat.
“Saya lihat langsung ABK panik, pelampung tidak dibagikan, dan evakuasi tidak jelas. Bahkan tim penyelamat seperti Basarnas dan Bakamla sempat berdebat di tengah situasi darurat,” ujar William.
Baca juga: Kisah Vani Arunde Penumpang KM Barcelona VA, Selamatkan 2 Anak meski Tanpa Pelampung
Kapten KM Barcelona VA jadi tersangka
itpolairud Polda Sulawesi Utara (Sulut) resmi menetapkan pria berinisial IB sebagai tersangka.
IB merupakan kapten kapal motor (KM) Barcelona VA.
Penetapan tersangka ini bagian dari investigasi kebakaran KM Barcelona VA di perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulut pada Minggu (20/7/2025).
"Benar, sudah ada penetapan tersangka. Inisial IB, kapten kapal," ujar Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah Hasibuan saat dikonfirmasi TribunManado.co.id, Senin malam (21/7/2025).
Lantas, apa penyebab kapten KM Barcelona jadi tersangka?
Kombes Pol Alamsyah Hasibuan mengatakan penyidik Ditpolairud Sulut menemukan dugaan awal adanya ketidaksesuaian jumlah penumpang dengan data manifes resmi.
Berdasarkan manifes, KM Barcelona VA seharusnya mengangkut 280 penumpang. Namun hasil verifikasi di lapangan menunjukkan jumlah penumpang melebihi angka tersebut.
"Sesuai manifes penumpang itu ada 280. Ternyata melebihi dari manifes," tegas Alamsyah.
Selain nakhoda, penyidik juga tengah memeriksa 13 anak buah kapal (ABK) yang ikut dalam pelayaran nahas tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara intensif untuk mendalami dugaan pelanggaran prosedur keselamatan pelayaran.
"Untuk yang lainnya, sementara masih dalam proses pengembangan," tambahnya.
KM Barcelona VA terbakar saat dalam pelayaran dari Pelabuhan Talaud menuju Manado.
Kapal terbakar sekitar pukul 14.00 WITA di perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara.
Data dari Basarnas Manado menyebutkan, dari total 571 penumpang, sebanyak 568 orang berhasil selamat, sementara tiga lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Penyidikan terus berlanjut guna mengungkap seluruh aspek penyebab kebakaran serta potensi kelalaian yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dalam tragedi tersebut.
Baca juga: KM Barcelona Terbakar - 568 Penumpang Selamat, 3 Meninggal Dunia
Data dan Kronologi
Kapal Motor Barcelona VA terbakar di perairan Pulau Talise, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Minggu (20/7/2025) siang. Api diduga berasal dari salah satu kamar penumpang.
Kapal ini membawa 571 penumpang dari Kabupaten Kepulauan Talaud dengan tujuan Pelabuhan Manado.
Dari 571 penumpang, tiga orang dinyatakan meninggal. Dua orang lainnya dilaporkan hilang. Sisanya selamat. Termasuk nakhoda Ignus Bawotong dan 13 ABK.
"Dua korban hilang yang dilaporkan ke kami itu bernama Levi Aiba dan Hamen Langinan," ujar anggota staf Humas Basarnas Manado, Nuriadin Gumelang, mengemukakan, Senin (21/7/2025).
Tiga jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara yakni Asna Lapae (perempuan 50 tahun), Zakaria Tindiuling (laki-laki) dan Juliana Humulung (perempuan 40 tahun).
Korban meninggal adalah pasien yang sedianya akan dibawa berobat ke Kota Manado.
Sedangkan penumpang selamat lainnya telah pulang dijemput keluarga masing-masing. Mereka dibolehkan pulang setelah didata.
Sebagian lainnya masih dirawat di beberapa rumah sakit di Kota Manado dan Minahasa Utara akibat luka benturan dan trauma.
Berdasarkan surat perintah berlayar, KM Barcelona 5 sebenarnya terjadwal Sabtu (19/7/2025) pukul 18.00 WITA.
Namun keberangkatan diundur menjadi Minggu (20/7/2025) pukul 01.00 WITA karena alasan cuaca buruk.
KM Barcelona 5 yang diketahui milik PT Surya Pacific Indonesia saat dalam kondisi terapung di Perairan Talise, Minut. Berjarak kurang lebih 60 km dari Pelabuhan Manado.
Artikel ini dioptimasi dari Tribun-Manado.co.id
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.