Kapal Terbakar di Sulut

Kisah Vani Arunde Penumpang KM Barcelona VA, Selamatkan 2 Anak meski Tanpa Pelampung

Penumpang kapal motor (KM) Barcelona VA bernama Vani Arunde berbagi kisah usai tragedi kapal terbakar.

|
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kisah Vani Arunde Penumpang KM Barcelona VA, Selamatkan 2 Anak meski Tanpa Pelampung
Dispen Lantamal VIII/Tribunmanado/Rizali Posumah
KORBAN SELAMAT - Kolase foto (1) Vani Arunde bersama anaknya saat tiba di Pelabuhan Munte, Likupang, Minut, Sulawesi Utara, Minggu 20 Juli 2025, (2) Kondisi terkini KM Barcelona V, Senin (21/7/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Manado – Penumpang kapal motor (KM) Barcelona VA bernama Vani Arunde berbagi kisah usai tragedi kapal terbakar.

Vani Arunde menaiki KM Barcelona VA bersama dua anaknya.

Saat kebakaran terjadi, Vani dan anak balita itu terjun ke laut tanpa pelampung di badan.

Mereka terombang-ambing di lautan selama satu jam hingga bantuan datang.

Vani naik KM Barcelona VA dari Talaud menuju Kota Manado untuk membawa anaknya yang sedang sakit.

Saat api mulai menjalar, Vani dan anak-anaknya tengah berada di dalam kamar kapal.

“Cepat sekali itu api. Kita panik. Tidak sempat pikir apa-apa lagi,” ujar Vani kepada Tribunmanado.co.id, Minggu malam.

Dalam kondisi panik, Vani langsung memboyong dua anaknya yang masih balita.

KORBAN SELAMAT - Kolase foto (1) Vani Arunde bersama anaknya saat tiba di Pelabuhan Munte, Likupang, Minut, Sulawesi Utara, Minggu 20 Juli 2025, (2) Kondisi KM Barcelona V, Senin (21/7/2025). Vani Arunde menjadi salah satu saksi hidup peristiwa kebakaran KM Barcelona 5, di perairan Talise, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Minggu. Vani bersama dua anaknya yang masih balita, menumpangi kapal tersebut dari Talaud dengan tujuan ke Kota Manado.
KORBAN SELAMAT - Kolase foto (1) Vani Arunde bersama anaknya saat tiba di Pelabuhan Munte, Likupang, Minut, Sulawesi Utara, Minggu 20 Juli 2025, (2) Kondisi KM Barcelona V, Senin (21/7/2025). Vani Arunde menjadi salah satu saksi hidup peristiwa kebakaran KM Barcelona 5, di perairan Talise, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Minggu. Vani bersama dua anaknya yang masih balita, menumpangi kapal tersebut dari Talaud dengan tujuan ke Kota Manado. (Tribunmanado.co.id/Rizali Posumah/Dispen Lantamal VIII)

Ia berusaha naik ke anjungan tanpa sempat mencari atau mengenakan pelampung.

“Memang susah sampai di anjungan itu. Karena apinya cepat sekali, langsung panik,” katanya.

Setelah berhasil keluar dari kapal, Vani dan anak-anaknya terjun ke laut.

Mereka bertahan di permukaan air tanpa pelampung, dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

“Baru hampir satu jam, baru ada itu nelayan yang datang. Kita tidak pakai pelampung, soalnya memang tidak ada,” ujarnya.

Menurut Vani, situasi di dalam kapal saat kebakaran berlangsung sangat kacau.

Tidak ada aba-aba atau panduan penyelamatan yang jelas dari kru kapal.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved