Kapal Terbakar di Sulut
Kisah Vani Arunde Penumpang KM Barcelona VA, Selamatkan 2 Anak meski Tanpa Pelampung
Penumpang kapal motor (KM) Barcelona VA bernama Vani Arunde berbagi kisah usai tragedi kapal terbakar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Vani-Arunde-dan-Anaknya-Korban-Selamata-Insiden-Kebakaran-KM-Barcelona-VA.jpg)
"Tuhan bersama kita semua," tutupnya.
Kronologi Versi Warga Pulau Gangga
Jenly pun membeberkan kronologi saat dirinya melihat KM Barcelona VA terbakar.
Saat itu, ia sedang berada di tepi pantai.
"Pertama dikira asap mesin, setelah kurang lebih 5-10 menit asap mulai tebal, sehingga masyarakat yang punya perahu ke tengah laut untuk membantu korban," sambungnya.
Setibanya di tengah laut, para penumpang sudah terombang-ambing menggunakan life jacket, namun ada yang tidak menggunakan.
"Saya salah satu yang membantu korban, ada 12 orang yang diselamatkan," tambah Jenly.
Dari informasi yang didapat, kebakaran terjadi saat banyak penumpang sedang makan siang.
Api diduga berasal dari salah satu kamar penumpang, lalu dengan cepat menjalar ke bagian lain kapal.
Kepanikan tak terhindarkan.
Jeritan dan upaya penyelamatan diri menggema di tengah kepulan asap tebal di atas lautan.
Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Melonguane, Talaud, dini hari, dan sempat singgah di Pelabuhan Lirung untuk menaikkan penumpang tambahan, sebelum kembali melanjutkan pelayaran menuju Manado pukul 02.00 WITA.
Saat kejadian, kapal diperkirakan berjarak 60 km dari Pelabuhan Manado.
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Kronologi Vani Diselamatkan Nelayan: Bawa 2 Anak, Sejam Bertahan Tanpa Pelampung