Kapal Terbakar di Sulut
Kisah Vani Arunde Penumpang KM Barcelona VA, Selamatkan 2 Anak meski Tanpa Pelampung
Penumpang kapal motor (KM) Barcelona VA bernama Vani Arunde berbagi kisah usai tragedi kapal terbakar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Vani-Arunde-dan-Anaknya-Korban-Selamata-Insiden-Kebakaran-KM-Barcelona-VA.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Manado – Penumpang kapal motor (KM) Barcelona VA bernama Vani Arunde berbagi kisah usai tragedi kapal terbakar.
Vani Arunde menaiki KM Barcelona VA bersama dua anaknya.
Saat kebakaran terjadi, Vani dan anak balita itu terjun ke laut tanpa pelampung di badan.
Mereka terombang-ambing di lautan selama satu jam hingga bantuan datang.
Vani naik KM Barcelona VA dari Talaud menuju Kota Manado untuk membawa anaknya yang sedang sakit.
Saat api mulai menjalar, Vani dan anak-anaknya tengah berada di dalam kamar kapal.
“Cepat sekali itu api. Kita panik. Tidak sempat pikir apa-apa lagi,” ujar Vani kepada Tribunmanado.co.id, Minggu malam.
Dalam kondisi panik, Vani langsung memboyong dua anaknya yang masih balita.
Ia berusaha naik ke anjungan tanpa sempat mencari atau mengenakan pelampung.
“Memang susah sampai di anjungan itu. Karena apinya cepat sekali, langsung panik,” katanya.
Setelah berhasil keluar dari kapal, Vani dan anak-anaknya terjun ke laut.
Mereka bertahan di permukaan air tanpa pelampung, dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
“Baru hampir satu jam, baru ada itu nelayan yang datang. Kita tidak pakai pelampung, soalnya memang tidak ada,” ujarnya.
Menurut Vani, situasi di dalam kapal saat kebakaran berlangsung sangat kacau.
Tidak ada aba-aba atau panduan penyelamatan yang jelas dari kru kapal.
Vani dan kedua anaknya sudah dalam kondisi selamat.
Mereka dievakuasi ke wilayah Munte, Likupang.
Baca juga: Polisi Ungkap Penyebab Kapten KM Barcelona VA Jadi Tersangka Buntut Kapal Terbakar
KM Barcelona VA angkut 571 penumpang
Badan Sar Nasional Sulut merilis data penumpang KM Barcelona VA yang terbakar di perairan Talise, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Peristiwa yang terjadi padai Minggu siang (20/7/2025) ini menelan korban jiwa. Tiga penumpang dinyatakan tewas.
"Untuk data Basarnas yang dirangkum sementara, total ada 571 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 568 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara 3 orang dinyatakan meninggal dunia," terang Humas Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng, Senin (21/7/2025).
Proses pencarian dan pendataan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Bakamla RI, Kodim Bitung, Koramil Likupang, Polsek Likupang, Brimob Polda Sulut.
Adapun dugaan awal api berasal dari mesin kapal, namun info terbaru yang didapat kalau api diduga berasal dari kamar penumpang.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengungkap kronologi kebakaran KM Barcelona VA.
Awalnya, kapal bergerak dari Pelabuhan Melonguane, Kepulauan Talaud, sekira pukul 00.00 Wita.
Kemudian kapal singgah di Pelabuhan Lirung untuk memuat penumpang lainnya dan bergerak sekira pukul 02.00 Wita.
Dari situ kapal terus bergerak dan terjadi kebakaran pukul 12.00 Wita di Pulau Talise.
Menurut Yulius, api tersebut diduga muncul dari salah satu kamar penumpang.
"Terinformasi asap keluar dari kamar nomor 33, tapi kita akan cek kebenaranya lebih lanjut," jelasnya.
"Semuanya terselamatkan dan saat ini ada tiga pos titik pertama di Pulau Gangga, Manado, dan Likupang yang siap menampung mereka," jelasnya
Yulius Selvanus pun berkomitmen menangani kejadian hari ini agar semua bisa berjalan dengan baik.
"Tuhan bersama kita semua," tutupnya.
Kronologi Versi Warga Pulau Gangga
Jenly pun membeberkan kronologi saat dirinya melihat KM Barcelona VA terbakar.
Saat itu, ia sedang berada di tepi pantai.
"Pertama dikira asap mesin, setelah kurang lebih 5-10 menit asap mulai tebal, sehingga masyarakat yang punya perahu ke tengah laut untuk membantu korban," sambungnya.
Setibanya di tengah laut, para penumpang sudah terombang-ambing menggunakan life jacket, namun ada yang tidak menggunakan.
"Saya salah satu yang membantu korban, ada 12 orang yang diselamatkan," tambah Jenly.
Dari informasi yang didapat, kebakaran terjadi saat banyak penumpang sedang makan siang.
Api diduga berasal dari salah satu kamar penumpang, lalu dengan cepat menjalar ke bagian lain kapal.
Kepanikan tak terhindarkan.
Jeritan dan upaya penyelamatan diri menggema di tengah kepulan asap tebal di atas lautan.
Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Melonguane, Talaud, dini hari, dan sempat singgah di Pelabuhan Lirung untuk menaikkan penumpang tambahan, sebelum kembali melanjutkan pelayaran menuju Manado pukul 02.00 WITA.
Saat kejadian, kapal diperkirakan berjarak 60 km dari Pelabuhan Manado.
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Kronologi Vani Diselamatkan Nelayan: Bawa 2 Anak, Sejam Bertahan Tanpa Pelampung
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.