Diploma Muda Tewas
Misteri Kematian Diplomat Arya Daru! Polisi Tunggu Hasil Otopsi dan Psikologi Forensik
AKBP Reonald Simanjuntak, Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa proses pemeriksaan forensik terus berjalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kasus-Kematian-Diploma-Arya-Daru-xcbd.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (39), masih menyisakan tanda tanya besar.
Dua pekan berlalu sejak ia ditemukan tak bernyawa di kamar kos kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, penyidik Polda Metro Jaya masih menanti hasil otopsi forensik dan pemeriksaan psikologi forensik untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya.
AKBP Reonald Simanjuntak, Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa proses pemeriksaan forensik terus berjalan.
Dalam hal ini polisi masih menunggu hasil psikologi forensik dan otopsi forensik terhadap kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan.
Pemeriksaan sudah dilakukan sejak minggu lalu.
“Tim psikologi forensik sudah melakukan pemeriksaan, pendalaman secara psikologi forensik atau otopsi forensik dan hingga saat ini masih berjalan,” kata Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak dalam keterangan Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Bansos PKH dan BPNT Juli–September 2025 Cair, Begini Cara Cek Nama Penerima Lewat HP
Dia meminta publik bersabar serta menunggu hasil yang akan disampaikan oleh para ahli.
Diharapkan tidak ada kendala dalam pengungkapan perkara ini.
Reonald menegaskan bahwa penyelidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya terus berupaya mengungkap penyebab pasti kematian Arya.
“Penyelidik dari Direktorat Reserse Umum Polda Metro Jaya dalam hal ini Subdit Resmob sedang menunggu hasil dari laboratorium forensik dan tim dari psikologi forensik,” katanya.
Menurutnya, penyelidik akan mengumpulkan semua alat bukti yang berkaitan dengan penyebab kematian Arya.
Semua alat bukti dan keterangan akan dikaji secara menyeluruh sebelum kesimpulan disampaikan kepada publik.
“Kita tidak boleh berpersepsi di sini, jadi mohon waktu, mohon menunggu apapun itu, nanti hasilnya pasti akan kita sampaikan secara transparan dan langsung nanti tim atau ahlinya yang akan menyampaikan pada saat rilisnya yaitu hasil dari penyelidikan,” pungkasnya.
Otopsi forensik adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap jenazah yang dilakukan oleh dokter ahli forensik untuk menentukan penyebab dan cara kematian, terutama jika kematian dianggap tidak wajar atau terkait dengan tindak pidana.
Tujuan Otopsi Forensik menentukan penyebab pasti kematian, mengungkap mekanisme kematian (misalnya: kekerasan, racun, kecelakaan), menyediakan bukti ilmiah untuk proses hukum dan membantu penyidik dan pengadilan dalam mengungkap kebenaran.
Psikologi forensik adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip psikologi dalam konteks hukum dan sistem peradilan.
Baca juga: Kejagung Resmi Umumkan 8 Tersangka Baru Korupsi Sritex Termasuk Eks Bos Bank Daerah, Ini Perannya
Tujuannya adalah untuk membantu proses hukum melalui analisis kondisi mental, perilaku, dan motif individu yang terlibat dalam kasus pidana maupun perdata.
Psikologi forensik mulai berkembang sejak awal abad ke-20, dipelopori oleh tokoh seperti Hugo Münsterberg dan William Stern.
Di Indonesia, bidang ini semakin dikenal dalam dua dekade terakhir dan kini menjadi bagian penting dalam investigasi kriminal dan proses hukum.
Sebagai informasi, terhadap kasus kematian Arya Daru Pangayunan ini Polisi sudah memeriksa lima orang saksi.
Di antaranya pertama inisial VD atau rekan kerja dari korban ADP, kedua inisial DMS rekan kerja ADP.
Ketiga inisial S atau penjaga kos saksi yang pertama kali menemukan korban sudah tidak bernyawa di dalam kamar.
Dua saksi lagi yaitu FM, rekan atau tetangga kos dari korban dan MAP istri korban ADP.
Diketahui, diplomat muda ADP (39) ditemukan tewas di kamar kos kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025) pagi.
Baca juga: Mangkir Lagi! Lisa Mariana Terancam Dijemput Paksa Usai Video Syur Viral
Saat ditemukan, kepala korban dililit lakban dan posisi tubuh berada di atas tempat tidur.
Pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam.
Kepolisian juga mengungkapkan tidak ada tanda-tanda kerusakan atau kehilangan barang di kosan ADP.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.