Human Interest Story
Sosok Stenly Dani, Guru Seni Budaya di Gorontalo Nyambi Jadi Fotografer
Pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Demikian kalimat tepat mewakili pria bernama Stenly Dani.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Stenly-Dani.jpg)
Stenly lulus menjadi ASN guru di Kementerian Agama.
Pada Agustus tahun 2024, Stenly bergabung di FotoYo.
Baca juga: Car Free Day Kota Gorontalo - Tren Outfit Tak Boleh Hilangkan Esensi Lari Pagi
Dalam seminggu, dua kali Stenly menyempatkan waktu datang ke Jalan Panjaitan Kota Gorontalo untuk memotret para pelari.
"Hobi yang dijadikan mata pencaharian itu jadi kesenangan tersendiri," jelasnya.
Stenly sering mangkal di perempatan Jack Kopi dan Tugu Saronde.
"Ini cuma pekerjaan tambahan, aslinya kan ngajar. Jadi hanya Sabtu dan Minggu atau di hari-hari libur baru motret," bebernya.
Suka duka menjadi fotografer telah Stenly jalani. Dari belum dikenal hingga banyak pelanggan yang membeli fotonya.
"Awal-awal itu saya berusaha untuk mencari pelanggan karena semua sudah punya pasar masing-masing, dan berjalan waktu sudah banyak peminat," tegasnya.
Bagi Stenly menjadi fotografer bukan hanya soal kualitas foto tapi berperilaku baik.
"Selain foto yang bagus kita juga harus memiliki attitude yang baik itu sangat penting," ujarnya.
Tantangan terbesar baginya adalah menyesuaikan pengaturan kamera yang tepat.
"Paling penting itu settingan kamera, di mana shutter speed harus diatur sedemikian rupa karena kita ini sedang memotret objek bergerak," tukasnya.
Stenly mengunggah semua hasil pemotretan di FotoYu. Bagi masyarakat yang ingin melihat foto diri mereka bisa mengakses aplikasi dan mencari stenly.jpg.
Menurut Stenly pendapatan jadi fotografer di FotoYo cukup menjanjikan. Berkat usaha sampingannya itu, Stenly bisa membeli keperluan fotografi.
"Ya Alhamdulillah lumayan, bisa upgrade alat," tandasnya.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)