Senin, 9 Maret 2026

Human Interest Story

Sosok Stenly Dani, Guru Seni Budaya di Gorontalo Nyambi Jadi Fotografer

Pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Demikian kalimat tepat mewakili pria bernama Stenly Dani.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sosok Stenly Dani, Guru Seni Budaya di Gorontalo Nyambi Jadi Fotografer
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
DUNIA FOTOGRAFI -- Stenly Dani, seorang guru MTS 1 Bone Bolango saat memotret para pelari di Car Free Day (CFD) Kota Gorontalo, Minggu (20/7/2025). Stenly menjadi fotografer FotoYu. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Demikian kalimat tepat mewakili pria bernama Stenly Dani.

Guru Seni Budaya MTS 1 Bone Bolango ini memiliki kegemaran fotografi.

Saat ditemui TribunGorontalo.com, Stenly tengah memotret para pelari di  di Jalan Panjaitan Kota Gorontalo saat car free day (CFD) pada Minggu (20/7/2025).

Lantas, siapa Stenly Dani?

Stenly Dani lahir tepat 28 Maret 1994. Warga Desa Kopi Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango ini telah menikah.

Memiliki buah hati mendorong Stenly untuk mencari penghasilan tambahan.

Ia menjadi fotografer di aplikasi FotoYu.

Stenly kini membagi waktu antara profesi guru dan fotografer.

Stenly mulai mendalami ilmu fotografi sejak dirinya kuliah di Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

"Jadi pas mata kuliah fotografer mengenal fotografi dimulai dari teori dulu," ungkap Stenly kepada TribunGorontalo.com, Minggu.

Awal mula belajar fotografi, Stenly meminjam kamera digital milik temannya.

"Ada yang lucu waktu saya kuliah dulu saat itu saya belajar mati-matian belajar fotografi. Semua tugas teman itu saya kerjakan tapi mereka nilai A sementara saya B-, tapi itu jadi pembelajaran untuk melangkah maju," terangnya.

Setelah wisuda, Stenly melamar pekerjaan sebagai fotografer di Studio Mufidah.

Ia pun diterima dan menjalani pekerjaan barunya itu.

Namun saat pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dibuka, Stenly mendaftarkan diri.

Stenly lulus menjadi ASN guru di Kementerian Agama.

Pada Agustus tahun 2024, Stenly bergabung di FotoYo.

Baca juga: Car Free Day Kota Gorontalo - Tren Outfit Tak Boleh Hilangkan Esensi Lari Pagi

Dalam seminggu, dua kali Stenly menyempatkan waktu datang ke Jalan Panjaitan Kota Gorontalo untuk memotret para pelari.

"Hobi yang dijadikan mata pencaharian itu jadi kesenangan tersendiri," jelasnya.

Stenly sering mangkal di perempatan Jack Kopi dan Tugu Saronde.

"Ini cuma pekerjaan tambahan, aslinya kan ngajar. Jadi hanya Sabtu dan Minggu atau di hari-hari libur baru motret," bebernya.

Suka duka menjadi fotografer telah Stenly jalani. Dari belum dikenal hingga banyak pelanggan yang membeli fotonya.

"Awal-awal itu saya berusaha untuk mencari pelanggan karena semua sudah punya pasar masing-masing, dan berjalan waktu sudah banyak peminat," tegasnya.

Bagi Stenly menjadi fotografer bukan hanya soal kualitas foto tapi berperilaku baik.

"Selain foto yang bagus kita juga harus memiliki attitude yang baik itu sangat penting," ujarnya.

Tantangan terbesar baginya adalah menyesuaikan pengaturan kamera yang tepat.

"Paling penting itu settingan kamera, di mana shutter speed harus diatur sedemikian rupa karena kita ini sedang memotret objek bergerak," tukasnya.

Stenly mengunggah semua hasil pemotretan di FotoYu. Bagi masyarakat yang ingin melihat foto diri mereka bisa mengakses aplikasi dan mencari stenly.jpg.

Menurut Stenly pendapatan jadi fotografer di FotoYo cukup menjanjikan. Berkat usaha sampingannya itu, Stenly bisa membeli keperluan fotografi.

"Ya Alhamdulillah lumayan, bisa upgrade alat," tandasnya.

 

 

(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved