Wisata Gorontalo
Sejarah Rumah Alam Dunggala Gorontalo, Berawal dari Inisiatif Komunitas Peduli Satwa
Rumah Alam Dunggala semakin dikenal para pecinta satwa di Provinsi Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-pengunjung-Rumah-Alam-Dunggala-Kabupaten-Gorontalo.jpg)
Hewan-hewan seperti iguana, piton, rusa, monyet makaka, kucing bengal, kura-kura, dan lainnya ditampilkan dalam kandang-kandang edukatif yang aman dan nyaman.
Tak heran, sejak awal dibuka, tempat ini mendapat respons positif dari masyarakat. Sekolah-sekolah dari Bone Bolango hingga luar daerah rutin mengadakan kunjungan.
Meskipun sempat mengalami penurunan kunjungan saat tahun ajaran baru dimulai, Rumah Alam Dunggala tetap terbuka setiap hari dan mencatat 700–900 pengunjung per bulan.
Baca juga: Rumah Alam Dunggala Gorontalo, Wisata Edukasi Satwa untuk Anak-anak
Harga tiket masuk sebesar Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 15.000 untuk dewasa. Biaya parkir yang ramah di kantong, Rumah Alam Dunggala menjadi pilihan keluarga yang mencari wisata edukatif berkualitas.
Fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap seperti mushola, spot swafoto, tempat karaoke, ayunan, hingga villa untuk menginap.
Akses ke aliran sungai pun disediakan bagi pengunjung yang ingin menikmati alam lebih dekat.
Saat ini, kawasan seluas 1,1 hektare tersebut masih berstatus sewa selama 10 tahun.
Namun pengelola berencana memperluasnya menjadi dua hektare demi mendapatkan izin resmi sebagai taman satwa, yang akan memungkinkan mereka menambah koleksi hewan dan meningkatkan kualitas edukasi.
"Biar juga kita bisa tambah hewan, kalau sudah punya izin, kita bisa barter hewan-hewan dari taman safari,"
Lebih dari sekadar destinasi wisata, Rumah Alam Dunggala adalah bukti bahwa dari kecintaan yang tulus dan kebersamaan komunitas, sesuatu yang besar bisa terwujud.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)