Pemkab Gorontalo
Pelantikan PGRI Kabupaten Gorontalo, Sofyan Puhi Titip Pesan Peningkatan Kualitas
Pelantikan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gorontalo berlangsung penuh khidmat, Rabu (16/07/2025).
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PELANTIKAN-PGRI-Bupati-Gorontalo-Sofyan-saat-hadir-di-pelantikan-PGRI.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pelantikan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gorontalo berlangsung penuh khidmat, Rabu (16/07/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, hadir langsung dan menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para pengurus yang baru dilantik.
Dalam sambutannya, Sofyan menegaskan bahwa PGRI bukan hanya sekadar organisasi profesi, melainkan rumah besar perjuangan bagi para guru dan tenaga pendidik.
“PGRI adalah tempat bernaung dan berjuang demi terwujudnya sistem pendidikan yang adil, merata, dan bermutu. PGRI juga berperan penting dalam memperjuangkan harkat dan martabat guru sebagai garda terdepan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Sofyan.
Ia mengingatkan bahwa dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks.
Perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga arus globalisasi, menuntut guru untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, membimbing, dan menjadi teladan.
“Guru harus terus beradaptasi dan berinovasi. Tanggung jawab mereka bukan hanya di ruang kelas, tapi juga dalam membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa,” tambahnya.
Karena itu, Sofyan menaruh harapan besar kepada pengurus PGRI yang baru untuk mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Ia mendorong PGRI untuk memperkuat solidaritas antaranggota, meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan dan kegiatan ilmiah, serta menjalin sinergi positif dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo, lanjut Sofyan, siap membuka ruang dialog, kolaborasi, dan partisipasi aktif PGRI dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang berpihak kepada peserta didik dan kemajuan daerah.
“Kami membutuhkan mitra yang kuat dan solutif. PGRI harus menjadi wadah advokasi hak guru, tapi juga tetap ingat kewajiban moral sebagai pendidik,” tegasnya.
Menutup sambutan, Sofyan menitipkan beberapa pesan kunci kepada pengurus baru, menjaga integritas dan profesionalisme, meningkatkan kompetensi guru, membangun komunikasi yang harmonis, serta memperkuat peran PGRI dalam membela hak-hak guru secara bermartabat.
“Saya percaya, dengan semangat kebersamaan dan niat tulus, PGRI Kabupaten Gorontalo mampu membawa perubahan positif dan berarti bagi dunia pendidikan kita,” pungkasnya. (*)