Gempa Bumi

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Lombok Timur, Kedalaman Dangkal Perlu Diwaspadai

Wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,5

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Lombok Timur, Kedalaman Dangkal Perlu Diwaspadai
BMKG
GEMPA BUMI - Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Lombok Timur, Kedalaman Dangkal Perlu Diwaspadai 

TRIBUNGORONTALO.COM — Wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,5 pada Selasa, 15 Juli 2025, sekitar pukul 16.35 Wita.

Berdasarkan data yang tercatat, pusat gempa terletak pada koordinat 8,39° Lintang Selatan dan 116,06° Bujur Timur, dengan kedalaman 12 kilometer di bawah permukaan laut.

Episentrum gempa terdeteksi berada di daratan, di sekitar Kecamatan Sembalun, salah satu kawasan kaki Gunung Rinjani yang dikenal rawan aktivitas seismik.

Baca juga: Gempa Bumi Terkini dengan SR 2,2 Menguncang Wilayah Sulawesi, Indonesia BMKG: Kedalaman 10Km

Titik ini berjarak sekitar 25 kilometer sebelah timur laut Kota Selong, ibu kota Kabupaten Lombok Timur.

Karakteristik gempa ini tergolong dangkal, dengan kedalaman hanya 12 kilometer.

Dengan magnitudo 4,5, getaran gempa berpotensi dirasakan oleh warga di radius beberapa kilometer dari pusat gempa, terutama di permukiman padat penduduk di sekitar Kecamatan Sembalun, Sambelia, hingga sebagian wilayah Kecamatan Pringgabaya.

Gempa bumi dangkal pada umumnya dapat memicu getaran yang cukup kuat di permukaan meski magnitudonya tidak terlalu besar, sehingga tetap perlu diantisipasi dampaknya pada bangunan non-struktural.

Secara historis, wilayah Lombok dan sekitarnya memang termasuk zona aktif gempa karena berada pada jalur pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

Aktivitas gempa bumi di Lombok sering terjadi dengan pola gempa dangkal hingga menengah yang kerap dipicu oleh pergeseran sesar lokal maupun aktivitas subduksi di selatan pulau.

Beberapa gempa besar di masa lalu, seperti gempa Lombok 2018, menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan di kawasan ini.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kerusakan ataupun adanya potensi gempa susulan signifikan.

Namun, masyarakat di sekitar titik episentrum diimbau tetap waspada, mengingat gempa bumi dangkal dapat diikuti oleh gempa susulan meski dengan kekuatan yang lebih kecil.

Sebagai langkah mitigasi, warga di sekitar lokasi gempa diingatkan untuk memastikan struktur rumah tahan gempa, memeriksa jalur evakuasi, serta menyiapkan tas siaga berisi kebutuhan darurat.

Jika terjadi gempa susulan, warga disarankan menjauh dari bangunan tua, tebing rawan longsor, dan tetap berada di tempat terbuka hingga situasi dinyatakan aman.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved