Kamis, 5 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

Wagub Gorontalo Idah Syahidah Imbau LKSA Lengkapi Izin, Syarat Utama Dapat Bantuan Pangan

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mengingatkan seluruh pengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Provinsi Gorontalo a

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Wagub Gorontalo Idah Syahidah Imbau LKSA Lengkapi Izin, Syarat Utama Dapat Bantuan Pangan
KOMINFOTIK
WAGUB -- Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat menyerahkan secara simbolis Bantuan Usaha Ekonomi Produktif kepada dua penerima di Kabupaten Pohuwato, Jumat, (11/7/2025). Foto – Nova Diskominfotik. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mengingatkan seluruh pengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Provinsi Gorontalo agar memperhatikan kelengkapan izin operasional.

Hal ini disampaikannya saat menyerahkan bantuan ikan segar kepada dua LKSA di Kabupaten Pohuwato yang sudah memiliki izin resmi, Jumat (11/7/2025).

Menurut Idah, izin operasional menjadi syarat mutlak bagi setiap panti asuhan untuk bisa memperoleh dukungan bahan pangan dari pemerintah daerah.

“Kalau belum punya izin, tidak bisa dibantu. Padahal bantuan ini penting sekali untuk menambah gizi anak-anak di panti, supaya mereka sehat dan bisa sekolah dengan baik,” kata Idah di hadapan pengurus LKSA.

Ia mencontohkan, di Kabupaten Pohuwato sendiri jumlah LKSA terbilang banyak. Namun, baru dua yang tercatat memenuhi syarat legalitas dan berhak menerima distribusi ikan segar dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo.

Idah pun mendorong LKSA lainnya untuk segera melengkapi dokumen legalitas agar bisa mendapatkan bantuan serupa secara rutin setiap bulan.

Dorong Usaha Perempuan Kepala Keluarga

Tak hanya untuk LKSA, dalam kunjungan kerjanya di Pohuwato, Wakil Gubernur juga menyerahkan bantuan untuk Perempuan Kepala Keluarga (PK) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

Bantuan UEP berupa modal usaha senilai Rp 2,5 juta diberikan untuk mendukung perempuan yang memiliki usaha mikro seperti warung makan atau warung sembako.

“Kalau sudah dapat bantuan modal, tolong dikelola dengan baik. Jangan habis dipakai beli baju, gorden, atau barang konsumtif. Gunakan untuk belanja barang dagangan atau kebutuhan usaha,” tegas Idah.

Idah menekankan, tujuan utama program ini adalah memperkuat pondasi ekonomi keluarga. Ia berpesan agar para penerima manfaat tidak langsung tergoda gaya hidup mewah ketika usaha mulai menghasilkan.

“Kalau usaha ibu-ibu maju, bukan berarti harus hidup hedon. Tetap sederhana, sisihkan untuk tabungan darurat, siapa tahu nanti ada kebutuhan mendesak,” pesannya di hadapan warga penerima bantuan.

Selain bantuan modal usaha, penyaluran Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) juga digelar di lima kecamatan di Kabupaten Pohuwato.

Rinciannya, di Kecamatan Buntulia ada 121 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Kecamatan Marisa 233 KPM, Paguat 188 KPM, Dengilo 66 KPM, dan Taluditi 87 KPM.

Program ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pangan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan keluarga di Gorontalo. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved