KUR Gorontalo

BTN Hanya Salurkan KUR di Radius 10 Km, Debitur Terkonsentrasi di Kota Gorontalo dan Telaga

Bank Tabungan Negara (BTN) Gorontalo menegaskan bahwa hingga pertengahan tahun 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih berjalan sesuai jalur

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
KUR - WR Seger Warsito, SME & Kredit Program Head BTN Gorontalo, Jumat (11/7/2025). WR Seger menjelaskan progres KUR BTN Gorontalo Semester I 2025. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Bank Tabungan Negara (BTN) Gorontalo menegaskan bahwa hingga pertengahan tahun 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih berjalan sesuai jalur meski dilakukan dengan skema yang sangat terbatas.

Berbeda dengan bank Himbara lain yang menjangkau debitur hingga ke pelosok desa, BTN Gorontalo justru memilih strategi proteksionis dengan hanya menyalurkan KUR pada masyarakat yang berada dalam radius 10 kilometer dari kantor cabang.

“Kami ini hanya di Kota Gorontalo dan Telaga. Biasanya yang bisa dibiayai hanya yang di sekitar kantor saja,” ungkap WR Seger Warsito, SME & Kredit Program Head BTN Gorontalo, saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Jumat (11/7/2025).

Pembatasan jarak tersebut diakui BTN bertujuan mempermudah proses pengawasan, terutama agar potensi penyelewengan dana KUR dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Kami sadar bahwa kemampuan kami sejauh ini masih Telaga sama Kota Gorontalo. Jadi monitoringnya lebih mudah, debitur juga gampang kami pantau,” jelas WR Seger.

Hingga Juni 2025, total realisasi KUR BTN Gorontalo tercatat sekitar Rp7 miliar.

Angka ini memang belum besar jika dibandingkan total penyaluran KUR di seluruh Provinsi Gorontalo yang telah mencapai Rp113,40 miliar kepada 3.838 debitur.

Namun BTN menilai skema terbatas justru menjadi jaminan kualitas.

Sebagian besar debitur BTN Gorontalo adalah pelaku usaha di bidang perdagangan dan eceran, selaras dengan data Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil DJPb Gorontalo yang mencatat bahwa lebih dari 55 persen penyaluran KUR di provinsi ini memang dinikmati sektor perdagangan.

Selain radius layanan yang terbatas, BTN Gorontalo juga menerapkan pengawasan berlapis dengan melibatkan tiga unit kerja internal: bagian bisnis, risiko, dan operasional.

“Jika tiga bagian ini bekerjasama pasti berkualitas dan punya kredibilitas, dan pasti akan kelihatan kalau ada yang main-main,” tegas WR Seger.

BTN juga rutin melakukan pembinaan debitur dengan pola berkala: per 14 hari, tiga bulan, atau disesuaikan kebutuhan. Tujuannya agar debitur naik kelas dari KUR mikro di bawah Rp100 juta ke KUR kecil dengan plafon Rp500 juta, hingga ke kredit usaha umum.

Meski mengakui pentingnya perluasan jaringan kantor cabang untuk meningkatkan debitur, BTN Gorontalo memilih fokus di Kota Gorontalo dan Telaga sambil menjaga reputasi dan kepercayaan masyarakat.

Dengan strategi ini, BTN berupaya terus hadir sebagai mitra pembangunan ekonomi yang mengutamakan ketelitian pengawasan, demi menjaga KUR tetap tepat sasaran. (*/Jian)

(TribunGorontalo.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved