Brigadir Nurhadi
Autopsi Brigadir Nurhadi, Alami Patah Tulang Lidah hingga Kepala Memar Sebelum Tewas
Kematian Brigadir Muhammad Nurhadi yang ditemukan tak bernyawa di kolam renang sebuah vila di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), perla
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Misri-Puspita-Sari-23-Kompol-Yogi-dan-Ipda-Haris-Chandra-ditetapkan-sebagai-tersangka.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kematian Brigadir Muhammad Nurhadi yang ditemukan tak bernyawa di kolam renang sebuah vila di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), perlahan mulai terungkap.
Fakta autopsi mengejutkan: Brigadir Nurhadi ternyata mengalami penganiayaan serius sebelum tenggelam, mematahkan narasi awal yang mungkin mengarah ke kecelakaan murni.
Misri Puspita Sari (23), yang kini menjadi salah satu tersangka bersama Kompol I Made Yogi Purusa dan Ipda Haris Chandra dalam kasus ini, mengungkap detail awal mula kejadian tragis tersebut.
Hasil autopsi menunjukkan Brigadir Nurhadi menderita sejumlah luka parah, termasuk patah tulang lidah karena dicekik.
Korban juga mengalami memar akibat benda tumpul di bagian kepala depan dan belakang. Selain itu, ditemukan juga adanya air yang masuk ke dalam tubuh korban.
Pesta Narkoba Berujung Kematian: Keterlibatan Misri, Kompol Yogi, dan Ipda Haris
Misri Puspita Sari terseret dalam kasus ini setelah diajak berlibur oleh Kompol Yogi ke Gili Trawangan selama dua hari, pada 16-17 April 2025.
Kuasa hukum Misri, Yan Mangandar, menjelaskan bahwa Misri saat itu berada di Bali dan diajak Kompol Yogi ke Lombok untuk liburan.
Dalam liburan tersebut, turut serta seorang wanita bernama Melanie Putri.
Mereka kemudian mengadakan pesta di Villa Tekek, di mana diketahui mengonsumsi narkoba jenis ekstasi dan obat penenang Riklona.
Misri sendiri membeli obat penenang tersebut atas perintah Kompol Yogi, yang sebelumnya memberinya uang Rp2 juta.
Di tengah pengaruh obat-obatan, Misri mengaku memergoki Brigadir Nurhadi mendekati Melanie dan bahkan sempat menciumnya.
Misri lantas menegur Brigadir Nurhadi, dengan alasan Melanie adalah rekan wanita dari Ipda Haris.
Setelah insiden itu, Melanie dan Ipda Haris kembali ke vila tempat mereka menginap, sementara Misri, Kompol Yogi, dan Brigadir Nurhadi tetap berada di Villa Tekek.
Detik-detik Menuju Penemuan Jasad: Kehadiran Ipda Haris dan Teriakan Histeris Misri