Jumat, 6 Maret 2026

Berita Gorontalo

Tarif Ekspor Amerika Bikin Panik Nasional, Gorontalo Tenang karena Tak Terdampak

Kebijakan tarif ekspor terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ternyata tak menggoyahkan sektor ekspor di Provinsi Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tarif Ekspor Amerika Bikin Panik Nasional, Gorontalo Tenang karena Tak Terdampak
TribunGorontalo.com/kominfotik Pemprov Gorontalo
FOTO STOK -- Ekspor jagung di Pelabuhan Anggrek, Gorontalo Utara 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Kebijakan tarif ekspor terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ternyata tak menggoyahkan sektor ekspor di Provinsi Gorontalo.

Trump telah menetapkan tarif impor baru sebesar 32 persen terhadap sejumlah produk asal Indonesia.

Kebijakan itu mulai berlaku 1 Agustus 2025, mundur dari rencana semula yang dijadwalkan pada 9 Juli. 

Tak hanya itu, Trump juga menggulirkan wacana tarif tambahan 10 persen bagi negara anggota BRICS, termasuk Indonesia, yang berpotensi membuat tarif total menyentuh 42 persen.

Namun, Kepala Bidang Perdagangan Diskumperindag Provinsi Gorontalo, Iwan Sondakh, memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak berdampak langsung bagi Gorontalo.

Kata dia, secara umum kebijakan ekspor adalah ranah nasional.

Tapi secara lokal, Gorontalo tidak mengekspor komoditas ke Amerika Serikat.

Karena itu kata dia, dampak tarif import ini untuk daerah Gorontalo nyaris tidak ada.

"Yang terdata di kita produk ekspor kalau dilihat data tidak ada yang ke Amerika," tegasnya.

Saat ini, Gorontalo justru masih bertumpu pada ekspor komoditas berbasis pertanian, dengan pasar utama yang tersebar di kawasan Asia Pasifik seperti Filipina, Korea Selatan, Jepang, China, India, dan Thailand.

Di luar itu, ekspor juga menyasar negara-negara seperti Swiss dan Albania.

Beberapa komoditas unggulan ekspor Gorontalo antara lain

  • Jagung
  • Gula tetes
  • Santan beku
  • Pelet kayu
  • Kopra
  • Ikan tuna
  • Kopi

Kata Iwan, sejak tahun 2023 hingga 2025, tren ekspor Gorontalo relatif stabil, dengan komoditas yang nyaris tidak berubah,

Meski tak terdampak langsung, kekhawatiran tetap ada di kalangan eksportir lokal.

Wacana tarif tinggi dari AS tetap menjadi perhatian dalam diskusi internal komunitas eksportir Gorontalo.

"Teman-teman (eksportir) juga memperhitungkan itu meski pangsa pasarnya bukan ke Amerika," ujar Iwan.

Sebagai langkah antisipasi, Diskumperindag aktif menjalin komunikasi dengan para pelaku ekspor. Komunitas eksportir Gorontalo kini menjadi wadah koordinasi, diskusi, dan pertukaran informasi pasar ekspor.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved