Peringatan 10 Muharram
BREAKING NEWS: 10 Ribu Apang Colo Dibagikan Gratis di Masjid Agung Baiturahmah Gorontalo
Ribuan warga memadati pelataran Masjid Agung Baiturahmah Kabupaten Boalemo, Sabtu (5/7/2025).
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sebanyak-10-Ribu-Apang-Colo-dibagikan-secara-gratis.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Ribuan warga memadati pelataran Masjid Agung Baiturahmah Kabupaten Boalemo, Sabtu (5/7/2025).
Diketahui sebanyak 10 ribu kue apang colo dibagikan secara gratis dalam rangka memperingati 10 Muharram 1447 Hijriah.
Kegiatan dimulai pukul 16.30 Wita ini digagas oleh Badan Takmirul Masjid Agung Baiturahmah.
Masyarakat dari berbagai desa dan kecamatan berbondong-bondong mendatangi pelataran masjid untuk menikmati apang colo.
Apang colo ini buatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sekolah-sekolah di Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Masing-masing menyumbangkan 200 buah apang colo untuk mendukung suksesnya kegiatan ini.
Apang Colo sendiri merupakan makanan berbahan dasar tepung beras yang biasa disajikan dalam peringatan hari besar Islam.
Ketua Badan Takmirul Masjid Agung, Rivendi Luawo, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian sosial dan sarana mempererat persaudaraan sesama muslim.
"Momentum 10 Muharram ini kami manfaatkan untuk berbagi dan menyatukan masyarakat dalam nuansa religius yang damai dan penuh keberkahan," kata Rivendi kepada TribunGorontalo.com, Sabtu.
Menurutnya, pembagian apang colo menjadi simbol pengingat nilai-nilai kebersamaan, saling berbagi, dan gotong royong.
Baca juga: Nama-nama Anggota Paskibraka dari Boalemo Gorontalo, Siswa SMAN 1 Wonosari Lolos Seleksi Nasional
Tidak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan penampilan kasidah dari para santri Alkhairat Tilamuta. Mereka membawakan shalawat dan pujian-pujian yang menyejukkan hati.
Lantunan kasidah menambah kesan mendalam perayaan 10 Muharram sore ini.
Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo, Sherman Moridu turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Pemerintah daerah sangat mendukung inisiatif ini karena menghidupkan masjid sebagai pusat aktivitas umat, bukan hanya tempat ibadah tapi juga sosial dan budaya," ujar Sherman.
Ia juga menyebut bahwa Festival Apang Colo menjadi contoh bahwa kegiatan keagamaan bisa dikemas dengan menarik, kreatif, dan sarat makna.
Sherman berharap kegiatan serupa terus dijadikan agenda tahunan Kabupaten Boalemo.
Sementara itu, Syahrul Badri selaku warga Boalemo mengaku terharu bisa datang ke Festival Apang Colo. Ia datang bersama istri dan dua anaknya.
"Saya merasa sangat senang karena bisa berkumpul bersama warga lain, menikmati kue tradisional sambil memperingati 10 Muharram," jelas Syahrul.
(TribunGorontalo.com/Nawir Islim)