Human Interest Story
Demi Anak-anaknya Sekolah, Fandilan Umar Jualan Es Jeruk 12 Jam Sehari Walau Hanya Sebatas Karyawan
Fandilan Umar namanya, seorang ayah yang tengah berjuang melawan teriknya matahari demi sesuap nasi keluarganya.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Fandilan-Umar.jpg)
Dengan senyum ramah Fandilan selalu menyambut setiap pembeli sembari mengatakan terima kasih setelah memberikan pesanan mereka.
Lokasi lapak es jeruk peras pun berada di lokasi yang strategis.
Terletak di pusat kota dan berhadapan dengan universitas.
Sehingga, pembeli di lapak es jeruk peras itu didominasi oleh mahasiswa.
Selain itu, Fandilan juga kadang bersenda gurau dengan pembelinya.
Baca juga: Panduan Lengkap Cara Daftar PPPK Kejaksaan RI 2025 Secara Online di SSCASN
Sebab, selain mahasiswa para driver ojek online juga kadang menunggu orderan di sekitar lokasi lapak.
Hanya saja saat ini pendapatan di lapak itu menurun semenjak diterapkan jalur satu arah.
Menurutnya banyak masyarakat yang sering terlewat hingga tidak mau lagi kembali karena harus berputar jauh.
“Kalau satu arah begini kan tidak bisa balik, terus ada beberapa yang pengen beli tapi sudah lewat jadi mereka malas putar balik,” jelasnya.
Baca juga: Diogo Jota, Striker Liverpool Meninggal Usai Kecelakaan Mobil, Sepak Bola Dunia Berkabung
Tapi itu tidak membuat Fandilan berkecil hati, karena ada beberapa cara melariskan jualannya itu seperti pemesanan melalui online.
Sosok Fandilan merupakan figur ayah yang menginsipirasi banyak orang tentang rasa sabar dan keteguhan hati.
(TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid |
|
|---|
| Sosok Loli Antuke, Marbot Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Annisa Tungkagi, Eks Nakes Gorontalo Rintis Kedai Kopi Jalanan |
|
|---|
| Kisah Ibrahim Pakaya, Kakek 71 Tahun Penjual Gulali di Taman Kalimadu Gorontalo |
|
|---|