UMKM Gorontalo
Padahal hanya Jualan Bubur, Pedagang Gorontalo Ini Punya Penghasilan Melebihi Gaji Kepala Dinas
Sebuah usaha bubur rumahan di Gorontalo mampu mencetak omzet yang melampaui penghasilan seorang Kepala Dinas.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/UMKM-Kedai-UMKM-Bubur-Ammar-yang-berada-di-Jalan-Prof-Aloe-Saboe.jpg)
“Ada tiga karyawan, biar tenaga saya juga tidak terlalu terkuras,” kata Adam.
Bubur Ammar menawarkan beragam varian, mulai dari bubur ayam, bubur roa/sagela, bubur abon ayam, hingga bubur abon sapi, dengan harga berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 20.000 per porsi.
Setiap harinya, Adam berhasil menjual rata-rata 150 porsi bubur.
Dari perhitungan kasar, omzet harian Bubur Ammar bisa mencapai Rp 1.500.000 hingga Rp 3.000.000.
Jika dikalikan 30 hari, omzet bulanannya diperkirakan antara Rp 45.000.000 hingga Rp 90.000.000.
Angka ini jauh melampaui Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) seorang Kepala Dinas di Provinsi Gorontalo yang disebut-sebut sebesar Rp 17,5 juta.
Meskipun TKD ini belum termasuk gaji pokok dan tunjangan lainnya, omzet kotor Bubur Ammar secara signifikan menunjukkan potensi penghasilan yang luar biasa dari sektor UMKM.(*)