Kamis, 5 Maret 2026

UMKM Gorontalo

Padahal hanya Jualan Bubur, Pedagang Gorontalo Ini Punya Penghasilan Melebihi Gaji Kepala Dinas  

Sebuah usaha bubur rumahan di Gorontalo mampu mencetak omzet yang melampaui penghasilan seorang Kepala Dinas.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Padahal hanya Jualan Bubur, Pedagang Gorontalo Ini Punya Penghasilan Melebihi Gaji Kepala Dinas  
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
UMKM : Kedai UMKM Bubur Ammar yang berada di Jalan Prof. Aloei Saboe, Kelurahan Dembe II, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Minggu (29/6/2025). Adam Yusuf melihat potensi jualan bubur karena dekat dengan rumah sakit. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sebuah usaha bubur rumahan di Gorontalo mampu mencetak omzet yang melampaui penghasilan seorang Kepala Dinas.

Adam Yusuf, pemilik UMKM Bubur Ammar (AM), membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat bisa membawa kesuksesan finansial yang signifikan.

Adam Yusuf telah menjalankan usaha buburnya selama sekitar 10 tahun di Jalan Prof. Aloei Saboe, Kelurahan Dembe II, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo.

Uniknya, ide berjualan bubur ini muncul setelah ia tiga tahun menekuni bisnis terang bulan mini.

Selama itu, banyak pelanggan yang justru bertanya apakah ia juga menjual bubur, meski lapaknya jelas-jelas bertuliskan "Terang Bulan Mini."

“Selama menjual terang bulan, pasti ada yang lewat dan tanya ke saya kalau saya jual bubur atau tidak,” tutur Adam.

Rasa penasaran Adam terjawab ketika ia menyadari lokasi strategis usahanya.

Berada di jalur menuju rumah sakit seperti RS Aloe Saboe dan RS Toto Kabila, membuat banyak keluarga penjenguk mencari makanan ringan dan praktis seperti bubur.

“Ini jalur menuju rumah sakit, jadi tidak heran banyak yang tanya bubur,” ungkapnya. 

“Mungkin pihak keluarga ingin besuk, jadi mereka pasti cari bubur,” tambahnya.

Peluang ini pun ia tangkap. Meski harus belajar dari nol dan dibantu ibu mertuanya untuk meracik bumbu, Adam memutuskan banting setir total ke bisnis bubur.

“Kayaknya peluang ini untuk diseriusi,” katanya.

Kini, Bubur Ammar telah berkembang pesat. Usahanya stabil dan sering menerima pesanan dalam jumlah besar.

Lokasinya yang dekat dengan pusat perkantoran, pendidikan, dan pemerintahan turut menjadi faktor penunjang.

Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, Adam telah mempekerjakan tiga karyawan untuk membantunya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved