Selasa, 17 Maret 2026

Kapal Tenggelam

Kronologi Mahasiswa UGM Meninggal saat KKN Akibat Kapal Terbalik di Laut Maluku Tenggara

Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) meninggal dunia saat Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka meninggal setelah sebelumnya hilang kontak.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Kronologi Mahasiswa UGM Meninggal saat KKN Akibat Kapal Terbalik di Laut Maluku Tenggara
Kolase Facebook dan Instagram UGM
MAHASISWA UGM TENGGELAM - Kronologi Mahasiswa KKN UGM Tewas Tenggelam di Laut Maluku Tenggara, Sedang Ambil Pasir Bareng Warga 

“Atas nama Universitas Gadjah Mada, kami menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum Bagus Adi Prayogo dan Septian Eka Rahmadi,” ujar Rustamadji. 

Ia memastikan bahwa pihak UGM telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk memberikan dukungan kepada mahasiswa yang terdampak, mulai dari dukungan psikologis, logistik, hingga pemulangan jenazah ke daerah asal. 

Baca juga: Ini Cara Cepat Mencairkan Dana BSU Rp600 Ribu Tanpa Perlu Memiliki Rekening Himbara

“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tuturnya. 

Keterangan Kapolres Maluku Tenggara 

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Frans Duma, turut memberikan penjelasan terkait kronologi kejadian. 

Ia menyebut bahwa longboat yang tenggelam mengangkut 12 orang, terdiri dari tujuh mahasiswa dan lima warga Desa Debut. 

Perjalanan dimulai dari Pelabuhan Desa Debut menuju Pulau Wearhu pada pukul 11.00 WIT untuk mengambil pasir yang dibutuhkan dalam pembangunan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Desa Debut. 

“Mereka pergi ke Pulau Wearhu mengambil pasir yang diperlukan untuk pembangunan tempat pembuangan sementara (TPS) di Desa Debut,” jelas Frans. 

Setelah menurunkan 35 karung pasir dari pengangkutan pertama, longboat kembali ke Pulau Wearhu untuk pengangkutan kedua. 

Baca juga: Mati Lampu 6 Jam di Kota Gorontalo dan Bone Bolango Rabu 2 Juli 2025: Cek Wilayah Terdampak

“Sekitar pukul 13.30 WIT, longboat kembali dari Pulau Wearhu menuju Desa Debut dengan membawa 16 karung pasir dan ditumpangi oleh 12 orang,” katanya. 

Namun, di tengah perjalanan, kapal dihantam ombak setinggi 2,5 meter dan akhirnya terbalik. 

“Sekitar 300 meter dari bibir pantai Pulau Wearhu, longboat dihantam ombak setinggi 2,5 meter dan terbalik, menyebabkan seluruh penumpang tercebur ke laut,” ujar Frans. 

Beberapa korban berusaha berenang ke pantai untuk menyelamatkan diri. 

Salah satu mahasiswa yang selamat berhasil menghubungi rekannya di Desa Debut untuk meminta pertolongan. 

Proses Evakuasi Dilakukan Warga 

Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini Hari Ini 2 Juli 2025: Cinta, Kesehatan, Karier, Keuangan

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved