Kamis, 12 Maret 2026

Kapal Tenggelam

Kronologi Mahasiswa UGM Meninggal saat KKN Akibat Kapal Terbalik di Laut Maluku Tenggara

Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) meninggal dunia saat Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka meninggal setelah sebelumnya hilang kontak.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Kronologi Mahasiswa UGM Meninggal saat KKN Akibat Kapal Terbalik di Laut Maluku Tenggara
Kolase Facebook dan Instagram UGM
MAHASISWA UGM TENGGELAM - Kronologi Mahasiswa KKN UGM Tewas Tenggelam di Laut Maluku Tenggara, Sedang Ambil Pasir Bareng Warga 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) meninggal dunia saat Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Mereka meninggal setelah sebelumnya hilang kontak.

Ternyata mereka meninggal akibat kapal yang ditumpanginya terbalik di laut Maluku.

Dilansir dari Kompas.com, Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Bagus Adi Prayogo, yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat insiden kapal terbalik di perairan Debut, Maluku Tenggara, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Kamis (1/7/2025). 

Bagus merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 2022 yang tengah mengikuti program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Kabupaten Maluku Tenggara. 

Baca juga: 3 Juta KPM Belum Terima Bansos 2025, Padahal Penyaluran Sudah Capai 80 Persen, Ini Kata Pemerintah

Dilansir Kompas.com (01/07/2025), kabar duka ini disampaikan langsung oleh Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, Rustamadji. 

“Mahasiswa yang hilang atas nama Bagus Adi Prayogo sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Saat ini sedang dalam perjalanan ke rumah sakit,” ujarnya dalam pesan singkat kepada wartawan, Kamis pukul 21.45 WIB.  

2 Mahasiswa UGM Meninggal Dunia dalam Insiden 

Sebelum Bagus ditemukan, rekan satu universitasnya, Septian Eka Rahmadi, mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Teknik, juga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa tak lama setelah kejadian. 

Keduanya merupakan bagian dari tujuh mahasiswa KKN-PPM yang sedang melaksanakan kegiatan pengambilan pasir di Pulau Wahru. 

Proyek tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi terumbu karang dengan metode Artificial Patch Reef (APR) dan melibatkan lima warga lokal. 

Baca juga: Belum Ada Tanggal Pasti BSU Tahap 2 Dicairkan Kapan, Kemnaker: Tunggu Sampai Tahap 1 Rampung

Kronologi Kapal Terbalik Versi UGM dan Kepolisian 

Para mahasiswa dan warga berangkat menggunakan dua unit speedboat pada Selasa (1/7/2025) sekitar pukul 11.00 WIT.  

Dalam perjalanan kembali, salah satu speedboat terbalik akibat gelombang pasang dan angin kencang. 

Lima mahasiswa berhasil selamat, sementara Bagus dan Septian menjadi korban jiwa. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved