Berita Kota Gorontalo
Elok! Masjid At-Thoha Leato Selatan Ini Jadi Destinasi Warga Nikmati Panorama Sunset
Masjid At-Thoha di Jl R Atje Slamet, Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, menjadi destinasi warga menikmati panorama sunset
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-warga-memancing-di-belakang-Masjid-At-Thoha.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Masjid At-Thoha di Jl R Atje Slamet, Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, menjadi destinasi warga menikmati panorama sunset (matahari terbenam).
Berada di pesisir pantai, masjid ini menyuguhkan pemandangan laut yang elok.
Selepas salat ashar, biasanya jemaah tidak langsung beranjak dari masjid. Mereka sesekali memandang laut.
Hembusan angin sepoi-sepoi menghadirkan suasana sejuk di tengah teriknya matahari senja.
Pantauan TribunGorontalo.com, Minggu (29/6/2025), beberapa pemuda asyik memancing di belakang Masjid At-Thoha.
Wiwin Badu, Takmirul Masjid At-Thoha, menerangkan masjid At-Thoha dibangun pada 2016 berkat swadaya masyarakat.
"Masjid ini karena keinginan masyarakat untuk membangun tempat salat," ungkap Wiwin kepada TribunGorontalo.com, Minggu.
"Awalnya masyarakat hanya ingin membangun musala karena tempat (rumah warga) jauh, mereka ingin ada dulu tempat untuk salat," bebernya.
Di tengah rencana itu, tiba-tiba Wiwin terbesit untuk membangun masjid saja berhubungan juga pada waktu itu ia sebagai ketua RT.
Namun masyarakat setempat sempat kebingungan mencari lokasi pembangunan masjid.
"Waktu itu lokasinya yang tidak ada," ungkap Wiwin.
Baca juga: Dana Kopsis SMPN 1 Kota Gorontalo Diduga Mengalir ke Dinas, Ketua Komite Bakal Adukan ke Wali Kota
Di tengah keputusasaan itu, ada warga menyarankan pembangunan masjid di tepi pantai.
"Kalau tidak ada tanah, mending di laut saja, itu kata teman saya," kenang Wiwin.
Meski terkendala anggaran, Wiwin bersama warga Leato Selatan mengumpulkan uang sumbangan setiap hari.
"Kita berpikir bersama-sama bagaimana membangun masjid. Akhirnya kita mengumpulkan uang sisa belanja setiap hari hingga terkumpul Rp 2 juta," tegasnya.
Tidak hanya mengumpulkan uang dari warga, Wiwin juga berusaha meminta bantuan kepada Pemerintah Kota Gorontalo.
"Tiba-tiba seseorang datang berbicara dengan saya, kemudian saya ungkit pembangunan masjid, lalu orang itu katanya akan menyampaikan ke Pak Wali," ujarnya.
Hanya berselang beberapa hari, orang asing itu datang lagi memberi informasi Marten Taha selaku Wali Kota Gorontalo saat itu bersedia membantu.
Tak hanya itu, sejumlah bantuan material bangunan dan anggaran terus berdatangan.
Masjid At-Thoha dibangun secara bertahap hingga akhirnya menjadi masjid yang kokoh walaupun berada di pesisir pantai.
Masjid ini memiliki kubah emas dengan bangunan didominasi cat hijau muda.
Samping bangunan terdapat area parkiran yang cukup bagi kendaraan roda dua.
Masjid At-thoha tidak hanya jawaban dari harapan warga Leato Selatan tapi tempat persinggahan bagi musafir.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.