Berita Nasional
Roy Suryo & Rocky Gerung Kompak Sindir Kesehatan Jokowi: Alergi atau Tanda Tekanan Politik?
Jokowi tampak bersama putri keduanya Kahiyang Ayu dan cucu-cucunya, Sedah Mirah Nasution, Panembahan Al Nahyan Nasution, dan Panembahan Al Saud Nasuti
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-Kesehatan-Joko-Widodo-cvmh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM–Kondisi kesehatan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), tengah menjadi sorotan tajam publik.
Meski Jokowi menegaskan bahwa dirinya hanya mengalami alergi kulit biasa, sejumlah tokoh publik justru menyebut hal ini bisa berkaitan dengan stres dan tekanan psikologis.
Pernyataan ini datang dari dua tokoh yang dikenal vokal terhadap pemerintahan Jokowi: Roy Suryo dan Rocky Gerung.
Keduanya mempertanyakan, apakah perubahan fisik yang terlihat pada Jokowi benar-benar sekadar alergi, atau justru sinyal dari tekanan politik yang tengah dihadapinya.
Jokowi pun mengatakan saat ini dirinya dalam kondisi kesehatan yang cukup baik.
Hanya saja ia masih memerlukan sedikit pemulihan dari alergi kulit yang diidapnya.
“Baik-baik saja tapi masih dalam sedikit pemulihan,” ungkap Jokowi, saat ditemui awak media di kediaman Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/6/2025).
Baca juga: Viral Aksi Pungli Polisi di Medan, Aiptu Rudi Guling-guling di Aspal lalu Terancam Demosi
Jokowi tampak bersama putri keduanya Kahiyang Ayu dan cucu-cucunya, Sedah Mirah Nasution, Panembahan Al Nahyan Nasution, dan Panembahan Al Saud Nasution.
“Nganter anak dan cucu ke luar kota. Ya nganter anak-anak (liburan),” jelasnya.
Jokowi juga mengkonfirmasi mundurnya ia dalam bursa calon ketua umum PSI.
Menurutnya, sosok-sosok muda yang kini telah mendaftar lebih layak memimpin partai berlambang mawar tersebut.
“Yang muda-muda saja. Saya kira lebih baik yang muda-muda,”ujarnya.
Meski putra bungsunya Kaesang Pangarep kembali mencalonkan diri, ia merestui semua kandidat.
Menurutnya, semua kandidat memiliki reputasi baik.
“Ke semua kandidat siapa nanti yang dipilih. (Restu) ke semuanya ke semua kandidat. Saya kira baik semua. Muda-muda semua,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai peluang bergabung ke partai lain, ia pun hanya tertawa.
Roy Suryo Soroti Perubahan Kulit Jokowi
Sebelumnya, Roy Suryo menilai bahwa perubahan kulit yang dialami Jokowi merupakan akibat stres.
Roy Suryo turut menyindir Jokowi yang stres akibat kasus ijazah.
Baca juga: Bacaan Doa Tahun Baru Islam 1 Muharram 2025, Lengkap Penjelasan Ulama
Sedangkan, kubu Jokowi menyebut bahwa penyakit yang dialami hanya alergi kulit biasa, ditambah ada peradangan sehingga mempengaruhi kondisi dan warna kulitnya.
Namun, Roy Suryo dari kubu penuding ijazah Jokowi palsu tidak langsung percaya.
Bahkan Roy menyampaikan kecurigaan lain terkait penyakit yang diderita Jokowi.
Roy mengaku kenal dengan mantan dokter kepresidenan.
Dia pun sempat menanyakan kondisi penyakit yang diderita Jokowi hingga membuat warna kulitnya berubah.
"Saya juga kenal dengan mantan dokter kepresidenan, mengatakan itu stres juga bisa mas," terang Roy dikutip dari Youtube Sentana TV, Rabu (25/6/2025).
Roy pun sambil menyindir Jokowi soal isu ijazah yang kini tengah bergulir.
"Stres itu juga bisa timbul ruam-ruam, makin stres, makin jadi. Supaya gak stres, tunjukan aja ijazahnya," kata Roy.
Meski begitu, Roy tetap mendoakan agar Jokowi bisa segera sembuh dari penyakitnya.
Lagi-lagi, Roy juga menyinggung soal isu ijazah palsu.
"Moga-moga cepet sembuh, kemudian bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya," ucap Roy.
Menurut Rocky Gerung
Mengenai kondisi kesehatan Jokowi, Rocky Gerung menduga itu bukan alergi, melainkan kondisi kejiwaan yang disebut psikosomatik.
"Saya kira bukan alergi ya, ada semacam itu psikosomatik. Jadi, kalau alergi itu kan kimia tuh. Ini psikosomatik, artinya gangguan kejiwaan itu tidak mampu untuk diatasi oleh tubuh," papar Rocky Gerung, Kamis (19/6/2025) dikutip dari Tribunnews.com.
Baca juga: Universitas Terbuka Gorontalo Gelar Seleksi Calon Pegawai Non PNS 2025, Jaring SDM Kompetitif
Menurut Rocky, Jokowi mengalami ketagihan kamera tetapi polemik mengenai dirinya tak berhenti, sehingga efek negatifnya mempengaruhi kondisi tubuhnya.
"Nah, kita mulai lihat bagaimana, misalnya, ketagihan Pak Jokowi terhadap kamera itu akhirnya mencandu terus-menerus," katanya.
"Pada saat dia mencandu, yang terjadi justru adalah efek negatifnya kan. [Kecanduan yang] dia mesti layani, mesti seolah-olah 'ya silakan.' Pada saat yang sama, anaknya dipersekusikan oleh politician kan. Jadi itu yang terjadi," jelasnya.
Rocky Gerung juga menduga, ada ketegangan psikologi yang dialami Jokowi dan sudah tidak bisa lagi diatasi dengan obat-obatan.
"Jadi, sebetulnya ketegangan psikologi itu kalau tubuhnya tidak kuat, sistem stressor-nya, mesti diatasi secara kimia.
Misalnya, minum xanax atau obat penenang. Nah, kelihatannya sudah pernah dipakai, dan itu sudah kebal, karena Pak Jokowi itu ada ketegangan psikologi luar biasa," jelasnya.
Akademisi kelahiran Manado, Sulawesi Utara 20 Januari 1959 ini menambahkan, ketegangan psikologis Jokowi bertumpuk lantaran banyaknya persepsi negatif dari publik.
"Setelah dia turun itu tidak berhenti dugaan-dugaan negatif terhadap perilaku beliau selama pemerintah. Dan itu menyakitkan, karena mungkin Pak Jokowi melihat Ibu Mega setelah lengser ngurusin PDIP, Pak Prabowo sebelum jadi presiden ngurusin partai, Pak SBY secara lengser melukis, ngurusin partai," papar Rocky.
Terpisah, Ajudan Jokowi yakni Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, mengungkap sakit yang sedang diderita ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia mengungkapkan kulit Jokowi mengalami peradangan akibat alergi.
Meski begitu, menurutnya kondisi presiden ketujuh ini kini sudah membaik.
“Sedang proses pemulihan. Secara visual kita bisa lihat Bapak memang agak berubah. Secara fisik oke tidak ada masalah. Secara medis disampaikan alergi beliau menyebabkan peradangan. Tapi saat ini pemulihannya mulai membaik,” dilansir Tribun-medan.com, Senin (23/6/2025).
Jokowi sendiri menegaskan sakit yang dialaminya hanyalak alergi biasa.
Ia mengaku, mengalami alergi sepulang dari melayat Paus Fransiskus di Vatikan pada akhir April 2025 lalu.
"Kan sudah disampaikan, alergi biasa. Alergi biasa, waktu ke Vatikan kemarin," kata Jokowi.
Baca juga: Sambut Tahun Baru Islam, Ratusan Pelajar SD SMP di Boalemo Gorontalo Ikut Pawai Obor
Ia juga mengatakan alergi itu tidak mempengaruhi kondisi kesehatannya. "Gak ada masalah. Alergi. alergi biasa," katanya, Sabtu (14/6/2025).
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.