PEMPROV GORONTALO
Provinsi Gorontalo Peringkat3 Nasional Penyerapan APBD 2025, Ini Kata Gubernur Gusnar Ismail
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo meraih peringkat tiga nasional dalam realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rakorev-penyerapan-anggaran-APBD.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo meraih peringkat tiga nasional dalam realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.
Hal ini terungkap dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) penyerapan anggaran APBD dan APBD Triwulan I yang berlangsung di Hotel Aston Gorontalo, Senin (23/6/2025).
Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro memaparkan, hingga bulan Mei 2025, baik realisasi fisik maupun keuangan di Provinsi Gorontalo berhasil melampaui target.
“Bulan Mei ditargetkan 26,28 persen namun realisasinya meningkat menjadi 38,28 persen. Sementara target anggaran 25,50 persen, naik menjadi 34,40 persen,” ungkap Jamal dalam paparannya.
Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu, baik target maupun realisasi mengalami peningkatan signifikan.
“Target bulan Mei tahun 2024 untuk target fisik 26,88 persen sementara realisasi 37,89 persen. Sementara target keuangan 25,33 persen, realisasinya mencapai 33,48 persen,” tambahnya.
Pencapaian tersebut, kata Jamal, tidak terlepas dari arahan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.
“Walaupun ada tantangan di awal, tetapi dengan arahan dan semangat Bapak Gubernur, ini tetap bisa kita lampaui,” ujar Jamal.
Bahkan sebelum dilaksanakan rapat pimpinan (Rapim) pada 21 Mei lalu, masih ada 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum mencapai target.
“Namun setelah Rapim, untuk kali pertama seluruh OPD melampaui target,” jelasnya.
Tidak hanya di tingkat provinsi, pencapaian keuangan Gorontalo juga mendapat apresiasi di tingkat nasional.
Pada 8 Mei lalu saat evaluasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), posisi keuangan Provinsi Gorontalo berada di peringkat delapan nasional.
“Setelah evaluasi tanggal 26 Mei, itu kita masuk peringkat tiga nasional di bawah Jawa Barat dan Lampung,” beber Jamal.
Jamal turut memaparkan capaian realisasi di masing-masing kabupaten/kota se-Gorontalo.
Hingga bulan Mei 2025, realisasi fisik tertinggi diraih Kabupaten Gorontalo Utara dengan 41,5 persen, disusul Kabupaten Boalemo dengan 41,46 persen.
Sebaliknya, Kabupaten Bone Bolango tercatat sebagai daerah dengan realisasi fisik terendah, yakni 31,81 persen.
Sementara itu, untuk realisasi keuangan, Kabupaten Gorontalo mencatat capaian tertinggi dengan 33,16 persen.
Di sisi lain, Gorontalo Utara menempati posisi terendah dengan realisasi keuangan 21,33 persen.
“Khusus Gorontalo Utara antara fisik dan anggaran ada gap yang cukup besar sehingga menjadi tantangan bagi teman-teman di Gorontalo Utara,” tutup Jamal.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dalam arahannya menegaskan pentingnya percepatan realisasi anggaran di sisa waktu bulan Juni.
“Bulan Juni ini masih ada sisa waktu selama seminggu sampai 10 hari ke depan, untuk Provinsi saya minta target harus 50 persen,” pinta Gusnar.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi capaian fisik di seluruh kabupaten/kota se-Gorontalo.
Namun, Gusnar juga mengingatkan adanya persoalan pada sisi belanja pemerintah daerah.
“Persoalannya di sini belanja. Kemungkinan cuma dua, kas sudah mulai menipis atau pendapatan flat,” ungkapnya.
Pelaksanaan Rakorev kali ini sempat molor akibat dua hal, yakni efisiensi anggaran dan keterlambatan pelantikan kepala daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Gorontalo, perwakilan kementerian dan lembaga vertikal, Kanwil DJPB, Danrem, Kapolda, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, serta Kajati Provinsi Gorontalo. (Adv)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.