Berita Kota Gorontalo
Peta Rawan Bencana di Kota Gorontalo, Cek Wilayah Terdampak Banjir dan Tanah Longsor
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo memetakan wilayah rawan bencana di Kota Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rumah-warga-di-Kelurahan-Donggala-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo memetakan wilayah rawan bencana di Kota Gorontalo.
Dalam pengklasifikasiannya, BPBD membagi dua jenis kategori bencana yang sering terjadi di Kota Gorontalo.
“Yang pertama rawan bencana banjir (bandang dan genangan), kedua adalah daerah rawan longsor,” jelas Fungsional Ahli Muda BPBD Kota Gorontalo, Mulyono Mardjun, Kamis (20/3/2025).
Untuk bencana banjir, baik banjir bandang maupun genangan, kawasan yang paling sering terdampak meliputi sebagian besar wilayah kota, mulai dari Dumbo Raya, Hulontalangi, Kota Barat, Kota Timur, Kota Selatan, Kota Tengah hingga Dungingi.
Sementara itu, ancaman longsor lebih terfokus di daerah berbukit seperti Dumbo Raya, Hulontalangi, dan Kota Barat.
Ketiga kecamatan ini juga bahkan termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan paling tinggi karena masuk dalam dua kategori bencana sekaligus, yakni banjir dan longsor.
Mulyono membeberkan sejumlah kelurahan yang masuk dalam kawasan rawan banjir.
“Kalau bencana banjir di Kecamatan Dumbo Raya itu berada di Kelurahan Botu, Talumolo, Leato Utara dan Leato Selatan,” ungkap Mulyono.
Sedangkan di Kecamatan Kota Barat meliputi Kelurahan Tenilo dan Donggala.
Sementara di Kecamatan Hulonthalangi adalah Kelurahan Tenda. Tak hanya itu, wilayah-wilayah ini juga masuk dalam daftar rawan longsor.
Baca juga: Pria Dulupi Gorontalo Serahkan Diri ke Polisi usai Wajahnya Viral di Medsos, Nyaris Rudapaksa Gadis
Tak hanya kawasan selatan, beberapa kecamatan di bagian tengah Kota Gorontalo juga menjadi langganan banjir genangan, terutama saat musim hujan.
“Misalnya di Jalan HB Jassin dan Jalan Jenderal Sudirman, itu yang menjadi area langganan banjir genangan,” kata Mulyono.
Penyebabnya, saluran pembuangan air yang tak mampu menampung debit air saat hujan lebat alias overcapacity.
Berbeda dengan selatan dan tengah kota, sisi utara Gorontalo justru mendapat 'label' sebagai zona paling aman dari ancaman banjir dan longsor.
“Kalau dari pantauan kami di lapangan, yang paling aman itu Kecamatan Sipatana dan Kota Utara,” ungkapnya.