Berita Kota Gorontalo
Harga Tanah di Kota Gorontalo Tembus Rp1,6 Juta per Meter, Ini Zona Termurah dan Termahal
Berdasarkan data Zona Nilai Tanah (ZNT) tahun 2025, selisih harga antarwilayah bisa sangat mencolok.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Harga tanah di Kota Gorontalo terus mengalami perubahan.
Berdasarkan data Zona Nilai Tanah (ZNT) tahun 2025, selisih harga antarwilayah bisa sangat mencolok.
Harga dari yang termurah di kisaran Rp262 ribu, hingga yang termahal menyentuh Rp1,652 juta per meter persegi.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Gorontalo, Kusno Katili, saat ditemui TribunGorontalo.com di ruang kerjanya, Kamis (19/6/2025).
“Untuk tahun 2025 kita memiliki data yang diperbaharui dari tahun 2024, itu yang kita gunakan di tahun ini,” jelas Kusno sambil menunjuk peta zona nilai tanah yang terpajang di dinding kantornya.
Dari pembaruan tersebut, Kota Gorontalo terbagi ke dalam delapan zona nilai tanah. Kusno menyebutkan bahwa zona termahal berada di Kecamatan Kota Selatan, dengan harga tanah mulai dari Rp1.155.000 sampai Rp1.652.000 per meter persegi.
Sementara zona termurah berada di angka Rp262.000 hingga Rp374.000, tersebar di beberapa titik di Kota Tengah, Dungingi, dan Sipatana.
“Yang berwarna hijau ini sebagian ada di Kota Tengah dan ada juga di wilayah Dungingi dan Sipatana,” ujarnya, merujuk pada warna-warna di peta ZNT. Zona hijau mewakili wilayah dengan harga tanah terendah, sementara zona merah adalah area termahal.
Menurut Kusno, pembangunan masih menjadi faktor utama penyebab naiknya harga tanah.
“Biasanya di wilayah-wilayah pembangunan itu harga tanah cenderung meningkat,” jelasnya.
Namun ia juga menekankan bahwa kebutuhan menjadi faktor penting. Ketika tanah dibutuhkan oleh pengembang atau pemerintah, nilainya akan naik.
Sebaliknya, jika pemilik tanah yang ingin segera menjual, maka harga bisa saja turun.
“Kalau tanah ini butuh dijual maka biasanya nilainya akan turun,” bebernya.
Letak geografis dan aksesibilitas juga memengaruhi harga tanah. Dua lokasi di kecamatan yang sama bisa berbeda harga, tergantung seberapa dekat jaraknya dengan jalan utama atau pusat aktivitas kota.
“Akses ke lokasi itu mudah ini juga dapat mempengaruhi harga tanah,” imbuh Kusno.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PETA-KOTA-GORONTALO-Harga-tanah-di-Kota-Gorontalo-tahun-2025.jpg)