Pasar Senggol Gorontalo
Jelang Pasar Senggol Gorontalo, Tenda di Jalan Imam Bonjol dan Letjen Suprapto Mulai Berdiri
Tenda-tenda setinggi sekitar tiga meter kini berdiri memanjang di sejumlah ruas jalan, dengan total estimasi 269 lapak yang disiapkan
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kota Gorontalo menyiapkan estimasi 269 lapak yang tersebar di lima titik lokasi, dengan pusat pemasangan tenda saat ini difokuskan di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Letjen Suprapto
- Meskipun tenda mulai berdiri di Jalan Imam Bonjol, pemasangan tenda untuk empat titik lainnya di wilayah Kota Selatan baru dijadwalkan pada 5 Maret 2026
- Dinas Perdagin menegaskan tidak ada tarif baku sewa lapak yang dipatok pemerintah, sementara Dinas Perhubungan mulai melakukan pengamanan lalu lintas
TRIBUNGORONTALO.COM – Persiapan Pasar Senggol Ramadan 2026 di Kota Gorontalo mulai menunjukkan wujudnya.
Tenda-tenda setinggi sekitar tiga meter kini berdiri memanjang di sejumlah ruas jalan, dengan total estimasi 269 lapak yang disiapkan di lima titik.
Namun hingga Jumat (27/2/2026), baru satu lokasi yang secara resmi diperbolehkan memasang tenda.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perdagin) Kota Gorontalo, Haryono Suronoto, menegaskan bahwa pemasangan tenda saat ini baru di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Limba B.
"Yang sekarang yang boleh pasang tenda itu baru di Jalan Imam Bonjol," ujarnya kepada TribunGorontalo.com.
Sementara itu, untuk empat titik lainnya di wilayah Kota Selatan, pemasangan tenda dijadwalkan pada 5 Maret 2026.
"Untuk yang lain, pemasangan tenda nanti tanggal lima," imbuhnya.
Dalam hitungan awal, pemerintah memperkirakan total lapak yang akan dibuka di lima titik Pasar Senggol mencapai 269 unit.
Jumlah tersebut tersebar di empat ruas jalan di Kelurahan Biawao: Jalan MT Haryono, Jalan Sutoyo, Jalan S Parman, dan Jalan Suprapto, serta satu titik di Kelurahan Limba B, yakni Jalan Imam Bonjol.
Meski demikian, angka 269 lapak itu masih bersifat estimasi dan dimungkinkan berkurang menyesuaikan kondisi di lapangan.
Terkait biaya sewa, Haryono menegaskan tidak ada tarif baku yang dipatok pemerintah.
"Biaya sesuai arahan Pak Wali Kota itu tidak dipatok berapa, jadi sesuai dengan kemampuan pedagang," bebernya.
Namun, pengelola tetap harus memperhitungkan biaya teknis seperti pemasangan tenda dan kebutuhan listrik yang nantinya dikomunikasikan antara pengelola dan pedagang.
Baca juga: Lestarikan Cerita Rakyat, Pemkab Bone Bolango Gelar Lomba Bertutur bagi Siswa SD dan MI
Untuk titik Pasar Senggol di Jalan Imam Bonjol sendiri, menurutnya sudah dapat mulai diisi pedagang.