Minggu, 15 Maret 2026

Makan Bergizi Gratis

Makan Bergizi Gratis Tak Lagi Siap Santap, 4.075 Siswa di Tangsel Dapat Bahan Mentah, Ini Alasannya

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini masih menjadi sorotan. Mulai dari makanan yang basi, bahkan makanan yang tidak sudah tidak layak.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Makan Bergizi Gratis Tak Lagi Siap Santap, 4.075 Siswa di Tangsel Dapat Bahan Mentah, Ini Alasannya
X/TrinityTraveler
MBG BAHAN MENTAH - Akun Trinity Traveler membagikan potret isi MBG bahan mentah di Tangerang. Dalam foto tersebut, MBG tak dibagikan dalam menu makanan siap saji, Rabu (18/6/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini masih menjadi sorotan.

Mulai dari makanan yang basi, bahkan makanan yang tidak sudah tidak layak.

Di Tangerang Selatan, malah ada siswa yang mendapatkan makanan mentah.

Bukan lagi makanan siap santap, tapi malah makanan mentah.

Sebanyak 4.075 siswa ini hanya mendapat bahan makanan mentah bukan masak.

Baca juga: Ramalan Zodiak Cancer Leo Virgo Besok Kamis 19 Juni 2025: Cinta, Karier dan Keuangan

Dilansir dari TribunJatim.com, Program andalan di pemerintahan Prabowo-Gibran ini sempat menuai kontroversi mulai dari siswa keracunan hingga sajian yang dinilai tak layak.

Kini muncul potret MBG di Tangerang dibagikan dalam bentuk bahan mentah kepada siswa.

Potret tersebut beredar luas di media sosial X, satu di antara akun yang mengunggah foto isi paket MBG bahan mentah adalah @TrinityTraveler.

Terlihat, bantuan tersebut terdiri tas dua bungkus kacang tanah, dua bungkus telur puyuh, dua bungkus ikan asin, dua plastik kecil berisi beras, serta empat buah jeruk dan empat buah pisang.

Baca juga: Akademisi UNG Dorong Nelayan Gunakan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Tangkap Ikan

Dalam keterangan unggahan tersebut, akun tersebut menuliskan sindiran terkait program makanan bergizi gratis yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto.

“Baru tahu MBG sekarang dikasih bahan mentah saja untuk 5 hari! Ini untuk anak SD Negeri di Tangsel,” tulis akun tersebut.

Menanggapi hal itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mualaf Indonesia Timur (Yasmit) Ciputat Timur angkat bicara.

Mereka membenarkan bantuan MBG memang disalurkan dalam bentuk bahan mentah kepada ribuan siswa dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/sederajat di Tangerang Selatan.

Baca juga: Tak Ada Fitur Update Rekening di BSU BPJS Ketenagakerjaan 2025? Begini Solusinya

Kepala SPPG Yasmit Ciputat Timur, A. Basiro menjelaskan, pembagian makanan dalam bentuk mentah diberikan kepada total 4.075 siswa di 18 sekolah. 

Kebijakan ini diambil agar bahan pangan bisa dibawa pulang dan disimpan lebih lama oleh para siswa.

“Beras diberikan dalam bentuk mentah agar dapat dibawa pulang dan disimpan lebih lama,” ujar Basiro dalam keterangan tertulis, Rabu (18/6/2025), dikutip dari Tribun Banten.

Basiro menambahkan, distribusi bahan mentah ini merupakan bentuk penyesuaian dengan kondisi sekolah yang sedang libur, menjalani class meeting, atau masa ujian.

Sehingga kata dia, siswa tetap dapat menerima manfaat dari program MBG.

Baca juga: Fakultas Kelautan UNG Toreh Prestasi, Prodi Budidaya Perairan Raih Akreditasi Unggul

Lebih lanjut dirinya memastikan, bahan pangan mentah yang didistribusikan terhadap siswa penerima manfaat MBG bukanlah bentuk makanan kemasan. 

"Kami juga memastikan SPPG Yasmit Ciputat Timur menghindari penggunaan bahan pengawet, pewarna, dan pemanis buatan, serta meminimalisir konsumsi ultra-processed food," pungkasnya.

Sebelumnya, viral para siswa SD protes karena dapat menu MBG cuma nasi lauk tempe dan semangka.

Itu karena ayam yang akan diberikan kepada mereka basi.

Peristiwa ini terjadi di SDK Ruteng IV, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Para siswa itu pun kecewa dan menanyakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak lengkap, Selasa (10/6/2025).

Baca juga: Nilai Tukar Dollar Terhadap Rupiah Tembus Rp16 Ribu, Cek Harga Jual  Beli di 5 Bank Ini

Siswa-siswi bertanya lantaran salah satu bagian menu, yakni daging tidak ada.

Padahal, biasanya selalu lengkap dengan daging.

Kepala SDK Ruteng IV, Fransisca Nurhaina mengatakan bahwa para siswa pun bertanya dan kecewa.

“Semua anak-anak protes karena tidak ada dagingnya. Saya baru mau kontak mereka tiba-tiba mereka datang mau klarifikasi untuk minta maaf kalau hari ini menunya tidak lengkap, karena lauk daging ayamnya basi,” katanya kepada wartawan, Selasa (10/6/2025), melansir dari Kompas.com.

Informasinya, kata dia, dagingnya basi dari supplier yang masuk ke dapur MBG YKRIB.

Menurut dia, sejak bulan Mei dibagikan MBG itu, baru kali ini menunya tidak ada daging.

Baca juga: Wilmar Group Tersandung Kasus Korupsi, Kejagung Sita Rp11,8 Triliun: Terbesar Sepanjang Sejarah

Awalnya, ia kaget karena guru kelas melaporkan siswa-siswi hanya mengonsumsi nasi dengan sayur, tempe, dan buah.

Pimpinan Yayasan Komunitas Inovasi Rumpun Bambu (YKRIB), Yetru pun menyampaikan permintaan maaf atas hal itu.

Ia juga membenarkan pihaknya sengaja tidak mendistribusikan lauk hewani, karena kondisi bahan makanan yang rusak dan tidak layak konsumsi.

Pihaknya juga mempertimbangkan kesehatan anak-anak.

Baca juga: 8 Jam Listrik Padam di Gorontalo Hari Ini Rabu 18 Juni 2025, Cek Wilayah yang Terdampak

“Terjadi kerusakan pada bahan makanan lauk hewani. Maka kami memutuskan untuk tidak mendistribusikannya karena khawatir dengan kesehatan anak-anak sekolah,” ujar Yetri saat dihubungi, Rabu siang.

Sebagai gantinya, pihaknya hanya membagikan lauk karbohidrat, lauk nabati, sayur, dan buah.

Menurut dia, kalaupun harus memasak ulang lauk hewani, waktunya tidak cukup dan semua bahan makanan sudah terpakai. (*)


Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Sumber: TribunJatim
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved