Berita Viral
Bukan Hanya di Gorontalo, Mie Gacoan di Sulsel Juga Ditutup Sementara, Ini Penyebabnya
Tak hanya di Gorontalo, tenyata Mie Gacoan di Sulawesi Selatan pun ikut ditutup. Ini alasannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mie-Gacoan-di-Sulsel-tutup.jpg)
Tribun-Timur.com telah berupaya mengkonfirmasi hal ini kepada pihak manajemen Me Gacoan dan Richeese Factory.
Namun, pihak manajemen Me Gacoan menolak ditemui.
Seorang karyawan Me Gacoan menyebut bahwa urusan izin bukan wewenang mereka.
“Kalau soal izin, itu bukan kewenangan kami. Manajemen juga sedang sibuk. Untuk PBG, katanya sementara diurus oleh pihak konsultan,” ujarnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh karyawan Richeese Factory.
Baca juga: Siap-Siap! Sekolah Kedinasan 2025 dari IPDN hingga STAN Buka 3.252 Kursi, Ini Jadwal Lengkapnya
“Saya tidak bisa berkomentar soal perizinan. Ada tim konsultan sendiri yang mengurusnya,” katanya singkat.
Richeese Factory
Richeese Factory merupakan quick service restaurant (QSR) atau restoran cepat saji, di mana hampir semua menunya disajikan dengan saus pedas dan saus keju atau cheese sauce yang melimpah.
Menu dan olahan Richeese Factory banyak digemari masyarakat, khususnya remaja, yang menyukai keju dan makanan pedas.
Richeese Factory adalah salah satu jaringan restoran cepat saji yang dimiliki oleh PT Richeese Kuliner Indonesia.
Hingga 2024, Richeese Factory telah memiliki 176 outlet yang tersebar di sejumlah kota di Indonesia.
Baca juga: Ngaku Tak Pernah Hitung, Bendahara di RS Curup Ludeskan Rp516 Juta untuk Judi Online dan Foya-foya
Diantaranya di Kota Bandung, Bekasi, Tangerang, Bogor, Jakarta, Cirebon, Tegal, Semarang, Surabaya, dan Bali.
Adapun PT Richeese Factory merupakan anak perusahaan dari Nabati Group, yang juga membawahi PT Kaldu Sari Nabati Indonesia (KSNI).
Perusahaan tersebut bergerak di industri makanan dan minuman ringan.
Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai kepemilikan Richeese Factory atau PT Richeese Kuliner Indonesia.