Berita Viral
Sosok Kombes Richard, Perwira Polisi Lempari Telur ke Kepala Karyawan Warkop Gara-gara Pesanan Salah
Kombes Pol Richard B Pakpahan, Dirsamapta Polda Sulteng, diduga menganiaya pegawai warung kopi (Warkop).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kombes-Pol-Richard-B-Pakpahan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kombes Pol Richard B Pakpahan, Direktur Samapta Polda Sulteng, diduga menganiaya pegawai warung kopi (Warkop).
Melansir dari TribunPalu.com, insiden ini terjadi di Warung Kopi Roemah Balkot, Kota Palu pada Sabtu (14/6/2025).
Kejadian bermula ketika karyawan mengantar pesanan Kombes Richard.
Namun ia justru dilempari telur oleh perwira polisi tersebut.
"Saya dilempari telur pesanannya yang setengah matang dan masih panas ke wajah saya dan mengenai mata saya," kata karyawan bernama Clive seperti dikutip TribunGorontalo.com dari TribunPalu.com, Selasa (17/6/2025).
Tak hanya itu, Clive diduga dipukuli oleh Kombes Richard.
Akibat perbuatannya, Kombes Pol Richard kini telah dimasukkan dalam daftar hitam (black list) oleh pihak Warkop Roemah Balkot.
Baca juga: Wali Kota Gorontalo Tutup Mie Gacoan Selama 30 Hari untuk Selesaikan Masalah Upah Buruh
Tanggapan Kombes Richard
Melansir dari Deadline-news.com, RIchard B Pakpan membantah sejumlah tudingan yang mengarah padanya.
Menurut Richard, kala itu dirinya menegur karyawan Warkop karena terlambat mengantarkan pesanan mie bercampur telur.
“Pesanan awal anak saya minta indo mie telur, kebetulan lagi demam suka makan Indo mie telur, namun pelayan Balkot hanya mienya yang diantar, jadi kami minta 10 menit telurnya diantarkan ke kami," ungkap Richard.
"Tapi sampai mie nya sudah mengembang telurnya tidak diantar-antar, maka saya masuk ke ruangan dapur meminta telur yang kami sudah pesan itu, bukan masuk memukul. Kalau saya memukul pasti sudah ramai dan viral, karena pengunjung pasti videokan,” tambahnya.
Richard juga tidak menyangkal adanya pelemparan telur ke kepala karyawan.
Namun ia mengaku sudah meminta maaf kepada pihak bersangkutan.
Baca juga: Alasan Polisi Belum Tahan Oknum Komisioner KPU Kota Gorontalo meski Tersangka Proyek Fiktif
“Jadi saya tidak melemparkan telur itu ke wajah karyawan balkot itu tapi hanya ke kepalanya. Dan saya sudah minta maaf. Itu hanya miskomunikasi,” bebernya.
Kombes Richard juga dikabarkan telah mendatangi keluarga Clive.
Hal ini dibenarkan langsung oleh kakek Clive, Budi Dharmadi.
“Beliau sudah datang ke rumah minta maaf dan mereka sudah saling memaafkan dan damai," papar Budi.
(TribunGorontalo.com/TribunPalu.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunPalu.com