Polemik Mie Gacoan Gorontalo
Resmi! Mie Gacoan Gorontalo Disegel Mulai Hari Ini Selasa 17 Juni 2025 hingga 30 Hari ke Depan
Pemerintah Kota Gorontalo secara resmi menghentikan sementara operasional Restoran Mie Gacoan di Jl. Nani Wartabone, Kelurahan Heledulaa Selatan, Keca
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SEGEL-Gerai-Mie-Gacoan-bakal-disegel-Satpol-PP-Kota-Gorontalo-Selasa-1762025.jpg)
Persoalan bermula dari keluhan buruh bangunan yang mengerjakan pembangunan gerai Mie Gacoan.
Mereka mengaku belum menerima gaji sejak Desember 2024. Nilai total tunggakan yang dibiarkan menggantung mencapai sekitar Rp100 juta.
Proyek ini dilaksanakan oleh kontraktor bernama PT Brian Jaya. Para buruh yang belum dibayar itu akhirnya menjadi sorotan publik setelah mahasiswa dari Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Kota Gorontalo melakukan aksi demonstrasi, Kamis (12/6/2025).
“Berdasarkan pengakuan kepala mandor, upah mereka belum dibayar enam bulan terakhir,” ujar Arya Sahrain dari Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat.
Wali Kota Geram: Kenapa Diam, Kenapa Ambil Kontraktor Luar?
Menurut Adhan, jika Mie Gacoan memang tidak membayar langsung, dan kesalahan ada di kontraktor, maka perusahaan semestinya melapor ke kepolisian, bukan berdiam diri.
"Kalau benar kontraktor yang salah, lapor ke polisi dong. Tapi mereka tidak lapor, berarti ada kelalaian juga di manajemen," tegasnya.
Ia juga menyayangkan keputusan perusahaan yang menggunakan kontraktor dari Kalimantan, alih-alih memberdayakan pelaku usaha konstruksi lokal.
"Itu salah mereka. Kenapa ambil kontraktor dari luar? Kita punya kontraktor lokal di Gorontalo," ujar Adhan.
Meski mengambil langkah tegas, Adhan kembali menegaskan bahwa dirinya tidak anti-investasi.
"Saya ingin investor masuk. Tapi investor harus ikut aturan dan jangan sampai justru menyusahkan rakyat kita. Pemerintah tidak boleh membiarkan," tandasnya.
(*)