Tragedi Pesawat Air India Flight 171
5 Fakta Pesawat Air India yang Ditumpang 244 Orang Jatuh di Ahmedabad
Pesawat Air India Flight 171, yang sedianya terbang dari Ahmedabad menuju London Gatwick, jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TRAGEDI-DI-LANGIT-GUJARAT-Pesawat-Air-India-jatuh-hanya-beberapa-menit.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pesawat Air India Flight 171, yang sedianya terbang dari Ahmedabad menuju London Gatwick, jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, India, pada Kamis siang (12 Juni 2025).
Pesawat jenis Boeing 787 Dreamliner tersebut membawa 244 penumpang dan awak, termasuk 53 warga negara Inggris, 169 warga India, serta beberapa warga Portugal dan Kanada.
Namun, hanya beberapa menit setelah mengudara pada pukul 13:38 waktu setempat (09:08 BST), pesawat itu terhempas di kawasan padat penduduk Meghani, menghancurkan bangunan dan menimbulkan kobaran api dahsyat.
Puluhan Korban Tewas dan Bangunan Hancur
Gambar-gambar memilukan dari lokasi kejadian menunjukkan puing-puing pesawat, bagian badan dan ekor pesawat yang menancap di gedung-gedung rusak, serta jenazah korban yang hangus terbakar.
Salah satu bangunan yang terkena dampak parah adalah asrama dokter BJ Medical College dan Civil Hospital, tempat sejumlah mahasiswa kedokteran dilaporkan turut menjadi korban jiwa.
“Gedung yang tertimpa adalah asrama dokter... sekitar 70–80 persen area sudah kami evakuasi,” ujar seorang perwira polisi senior kepada wartawan di lokasi.
Menurut keterangan tim penyelamat, setidaknya 30 jenazah telah ditemukan dari reruntuhan bangunan, dan angka ini diperkirakan masih akan bertambah.
Kementerian Kesehatan India mengonfirmasi bahwa "banyak yang tewas", namun belum merinci jumlah total korban.
Diduga Alami Masalah Mesin atau Serangan Burung
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan pesawat sempat terbang rendah dengan sudut hidung tinggi dan roda pendarat terbuka, sebelum akhirnya meledak menjadi bola api di kejauhan.
Flightradar24 mencatat bahwa pesawat hanya mencapai ketinggian 625 kaki sebelum mulai turun secara drastis, hanya dalam hitungan detik setelah lepas landas.
Pesawat diketahui sempat mengirim panggilan mayday, menurut Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India.
Beberapa ahli penerbangan menyebut kerusakan mesin atau serangan burung (bird strike) sebagai penyebab potensial. Saurabh Bhatnagar, mantan pilot senior India, mengatakan kepada NDTV:
“Kemungkinan besar terjadi serangan burung ganda yang membuat kedua mesin kehilangan daya. Dari video, tampak pesawat jatuh secara terkendali. Ini bisa terjadi jika mesin kehilangan tenaga sesaat setelah take-off.”
Reaksi Internasional dan Penyelidikan Mendalam
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut tragedi ini sebagai “devastasi yang menyayat hati” dan menyatakan duka mendalam atas warga Inggris yang menjadi korban.
Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, menyampaikan bahwa pemerintah Inggris sedang berkoordinasi dengan otoritas India untuk menyediakan dukungan dan mengungkap penyebab insiden.
Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan bahwa kecelakaan ini “menyayat hati melebihi kata-kata”, dan telah memerintahkan bantuan penuh untuk operasi penyelamatan dan penyelidikan.
Ketua Air India, Natarajan Chandrasekaran, mengungkapkan duka cita mendalam:
“Dengan kesedihan yang mendalam, saya mengonfirmasi bahwa Air India Flight 171 mengalami kecelakaan tragis hari ini. Kami fokus penuh mendukung tim penyelamat serta keluarga korban.”
Bandara Ahmedabad telah menghentikan seluruh operasional penerbangan sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Penyelidikan Berskala Internasional Dimulai
Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) telah mengirim tim investigasi ke lokasi, dibantu oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) dan kemungkinan akan melibatkan Badan Investigasi Kecelakaan Udara Inggris (AAIB), mengingat banyaknya warga negara Inggris yang menjadi korban.
Peter Neenan, pengacara penerbangan dari firma hukum Stewarts, mengatakan bahwa penyebab kecelakaan kemungkinan besar akan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk diungkap sepenuhnya.
“Investigasi akan mencakup faktor teknis pesawat Boeing, aspek operasional, dan kondisi cuaca. Hak keluarga korban terhadap maskapai atau produsen akan bergantung pada temuan ini.”
Penerbangan yang Tak Pernah Sampai Tujuannya
Flight AI171 seharusnya menempuh penerbangan jarak jauh menuju London Gatwick, namun musibah ini mengakhiri perjalanan mereka hanya beberapa kilometer dari titik lepas landas.
Cuaca saat kejadian dilaporkan tenang dan cerah, dengan angin hanya 8 mil per jam, menepis dugaan awal bahwa kondisi cuaca ekstrem mungkin menjadi penyebab utama.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.