Demo Mie Gacoan
Motif Mahasiswa Demo di Mie Gacoan Gorontalo, Upah Rp100 Juta Milik Pekerja Diduga Belum Terbayar
Sejumlah mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Kota Gorontalo mendatangi kantor DPRD Kota Gorontalo, Kamis (12/6/2025).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-massa-aksi-menggelar-demonstrasi-di-depan-Kantor-DPRD-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Kota Gorontalo mendatangi kantor DPRD Kota Gorontalo, Kamis (12/6/2025).
Demonstrasi itu membawa isu upah pekerja yang membangun gedung Mie Gacoan belum dibayarkan.
Menurut Arya Sahrain, para buruh pekerja Mie Gacoan diketahui berada di bawah naungan PT Brian Jaya.
"Berdasarkan pengakuan kepala mandor, upah mereka sekitar Rp100 juta belum dibayarkan," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com,
Oleh karenanya, para demonstran meminta pemilik Mie Gacoan mendesak pihak ketiga agar membayar gaji buruh.
"Jadi kami meminta Mie Gacoan untuk mendesak pihak ketiga utuk membayar gaji mereka," jelasnya.
Arya mengatakan para pekerja belum menerima gaji dari Desember 2024 hingga Juni 2025.
"Padahal banyak guru yang ingin membayar BPJS tapi belum ada uang," bebernya.
Selain Mie Gacoan, para pedemo juga mendatangi Kantor Wali Kota Gorontalo untuk bermohon mediasi permasalahan tersebut.
Adapun mereka meminta DPRD Kota Gorontalo digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara pihak perusahaan, buruh dan pihak-pihak terkait.
"Kami meminta DPRD Kota secepatnya menggelar RDP," tuturnya.
Baca juga: Identitas Pegawai BSG Gorontalo Tersengat Listrik saat Pasang Umbul-umbul, Meninggal di Rumah Sakit
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa menemui massa aksi.
Ia menyebut pihaknya segera menindaklanjuti tuntutan dari para pedemo.
"Silahkan menyurat ke DPRD Kota Gorontalo dan kami akan tindak lanjuti," jelasnya..
Dari pantauan TribunGorontalo.com, sekitar 10 orang mahasiswa berbicara dengan Ketua DPRD Kota Gorontalo.
Pihak kepolisian juga sudah berada di lokasi untuk mengamankan demonstrasi.
Mie Gacoan Didemo
Hari kedua setelah pembukaan resmi Mie Gacoan di Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo, diwarnai aksi unjuk rasa.
Sebuah mobil pick up diparkir tepat di depan pintu masuk resto yang sedang ramai antrean pembeli, siang ini, Kamis (12/6/2025).
Aksi tersebut bukan memprotes pembukaan, melainkan soal dugaan pelanggaran hak pekerja.
Seorang aktivis yang berdiri di mobil komando, tampak lantang menyuarakan tuntutan melalui mikrofon.
Ia mengungkap bahwa hingga saat ini, sejumlah pekerja yang dilibatkan dalam pembangunan outlet Mie Gacoan di Gorontalo belum menerima upah dari kontraktor.
Bahkan, bukan hanya pekerjanya yang belum dibayar, bahan-bahan bangunan yang mereka ambil dari beberapa toko juga kabarnya belum dilunasi.
Mie Gacoan yang berada di bawah naungan PT Pesta Pora Abadi baru saja di-launching pada Rabu, 11 Juni 2025.
Namun, permasalahan ini rupanya telah bergulir sejak sepekan terakhir.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Mie Gacoan terkait kontraktor yang menangani pembangunan gerai di Gorontalo.
Juga belum ada informasi keterlambatan pembayaran tersebut.
Meski demikian, kegiatan operasional Mie Gacoan tampak tetap berjalan dengan antrean pengunjung yang memadati area pintu masuk—tepat di mana aksi demo berlangsung.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.